Ayah dan Untuk Apa Mobil Impian

Selasa, 30 Juni 2015

Ayah dan Untuk Apa Mobil Impian



Bersyukur aku terlahir di saat keluarga aku sudah cukup mampu. Berbeda dengan keadaan sebelum kami sekeluarga pindah ke Sumatera. Saat ini keluarga kami sudah bisa memenuhi kebutuhan baik primer, sekunder, ataupun tersier. Jangan samakan tiga kebutuhan di saat itu dengan keadaan tahun 2015, cukup jauh berbeda.


Mobil Impian Ayah

Ayahku seorang yang sangat memperhatikan kenyamanan keluarganya. Salah satu aspek yang sangat diperhatikan oleh ayahku adalah kendaraan yang bisa memberikan kenyamanan dan keamanan untuk keluarganya. Tentu yang jadi perhatian oleh ayahku adalah memiliki sebuah mobil yang bisa memenuhi aspek kenyamanan dan keamanan tersebut. Yang menarik adalah ayahku adalah seorang yang fanatik terhadap satu merk mobil pabrikan negeri matahari terbit. Yang nantinya aku tahu kefanatikan itu merupakan refleksi dari mobil impian ayahku semasa muda nya dulu.

Kefanatikan itu dimulai dengan membeli sebuah mobil 4 pintu. Aku ingat mobil tersebut cukup unik dengan satu pintu pada bagian pintu tengah. Sangat unik apabila saya mengingatnya. Mobil dengan merk pabrikan impian ayah saya itu cukup lama bertahan dan malah sudah mengantarkan kami berjalan-jalan ke Sumatera Barat. Mobil yang sangat tangguh.

Kemudian, dengan bertambahnya kemampuan ekonomi, ayah saya membeli mobil baru, tapi sebenarnya mobil bekas, hehe, yang pasti lebih tinggi kualitasnya dibanding sebelumnya. Mobil itu menemani saya sampai SMP. Kenyamanan sangat saya rasakan saat saya diantar dan dijemput menggunakan mobil tersebut.

Kemudian, Apa impianku?

Saya cukup beruntung dengan fasilitas kenyamanan dan keamanan yang diberikan oleh kedua orang tua saya. Dari kecil saya tidak merasakan harus bertumpuk-tumpukan dalam satu kendaraan dengan saudara-saudara saya ataupun dengan orang lainnya. Hal tersebut membuat saya memiliki sebuah pemikiran tentang kenyamanan dan keamanan keluarga saya nantinya.

Seringkali saya melihat dari jendela mobil ayah saya, orang lain berkendara menggunakan sepeda motor atau juga naik kendaraan umum sambil menggendong bayi. Terbersit di pikiran saya mengenai kenyamanan dan keamanan si bayi tersebut. Memang masalah keselamatan belum tentu mobil menjamin 100%, namun dengan menggunakan mobil tentu ada kelebihan untuk keselamatan, kenyamanan, dan keamanan si bayi. Bayangkan apabila menggunakan sepeda motor atau kendaraan umum, maka si bayi tersebut akan terpapar sinar matahari, debu, atau virus penyakit dari orang lain yang tidak kita ketahui apakah sehat atau tidak.

Dari penglihatan saya ditambah dengan pemikiran yang secara tidak langsung ditanam oleh ayah saya, saya bertekad dan memiliki sebuah impian untuk memiliki mobil terlebih dahulu sebelum memiliki anak. Tentu saya tidak ingin anak saya nantinya akan mengalami kejadian seperti yang saya pikirkan mengenai kenyamanan anak saya. Semua orang tua ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya, begitupun saya. Apalagi harga mobil saat ini mulai bervariatif, dari mobil baru dan mobil bekas, tinggal kita sesuaikan dengan budget. Apalagi saat ini sudah banyak mobil murah kan. Masalah keselamatan memang penting, namun tetap kita sesuaikan dengan kemampuan budget kita kan?



Beruntung saya sekarang tidak terlalu pusing mencari mobil baru maupun mobil bekas yang masuk dalam budget saya. Saat ini ada rajamobil.com selain memberikan banyak pilihan mobil, juga memberikan banyak tips mengenai mobil. Sehingga bagi saya yang kini sudah mulai merintis kehidupan berkeluarga bisa menemukan mobil impian saya. Tidak muluk-muluk, Jeep Rubicon saja, hehe canda.

By the way, Saat ini ayah saya sudah tidak terlalu fanatik dengan pabrikan tersebut, saat ini beliau sudah memiliki mobil yang sama dari negeri matahari terbit namun beda pabrikan. I will let you guess what kind of brand, hehe...

 

2 Komentar untuk "Ayah dan Untuk Apa Mobil Impian "

Terima Kasih Udah Baca Artikel Blog Tyo. Silahkan berkomentar, bebas dan bertanggung jawab. Oh ya, masih banyak artikel bagus lho di blog ini, ditunggu komentar dan kunjungannya kembali