Akhirnya di Trisakti Ada yang Make E-Vote

Minggu, 08 Juni 2014

Akhirnya di Trisakti Ada yang Make E-Vote

Sebulan terakhir ini kita semua diserang terus menerus dengan pemberitaan mengenai Pemilihan Presiden Republik Indonesia untuk 5 tahun mendatang. Berbagai macam informasi baik positif maupun negatif terhadap calon pemimpin bangsa. Terlepas dari keramaian Pemilu Nasional, di Universitas Trisakti tepatnya pada bulan April 2014 lalu Himpunan Mahasiswa Elektro (HME) melakukan Pemilu Raya untuk menentukan Ketua untuk memimpin Himpunan Mahasiswa Elektro periode 2014/2015.


Pemilu Raya HME 2014 kali ini berbeda dibandingkan Pemilu Raya sebelumnya. Bahkan, Pemilu Raya yang diadakan oleh Komisi Pemilu Umum HME 2014 menggunakan cara pemilihan yang baru pertama kali dilakukan di Universitas Trisakti. Seperti yang diketahui, pemilihan Umum di Himpunan, BEM, maupun Pemira Presma menggunakan cara konvensional, baik melalui pencoblosan kertas suara ataupun aklamasi. Hal ini patut disayangkan karena sistem ini bertahan cukup panjang tanpa ada inovasi yang dilakukan oleh para mahasiswa di Kampus Reformasi. Perkembangan teknologi tidak digunakan dan dimanfaatkan dengan baik oleh para mahasiswa yang bermain di organisasi kemahasiswaan.

KPU HME 2014 yang dipimpin oleh Aditya Hariyadi menggunakan sistem pemilihan yang sebenarnya sudah jamak dilakukan di kampus lain, namun belum ada satupun yang menggunakannya di Universitas Trisakti sehingga bisa dikatakan KPU HME 2014 pelopor dalam sistem pemilihan menggunakan aplikasi yang bernama Electronic Vote atau disingkat E-Vote. Aplikasi yang dikembangkan oleh Departemen Penelitian dan Pengembangan HME 2013/2014 bekerjasama dengan ArmEngineStudio ini menggunakan notebook sebagai media pemilihan yang nanti hasil pemilihannya akan dihitung melalui aplikasi quick count.

Sistematika pemilihan menggunakan E-Vote adalah pemilih melakukan registrasi di meja KPPS kemudian pemilih akan mendapatkan nomor token yang merupakan password untuk melakukan pemilihan. Pemilih kemudian memasuki bilik suara yang sudah tersedia notebook, pemilih memasukkan NIM dan nomer token yang didapat dari KPPS, kemudian pemilih masih bisa melihat CV, visi misi, serta program kerja masing-masing calon ketua himpunan untuk memastikan pilihannya dan kemudia pemilih tinggal klik pada foto pilihannya dan selesai.

Pemilu menggunakan E-Vote ini merupakan aksi nyata terhadap pengurangan penggunaan kertas di kampus, tentu penggunaan E-Vote ini masih bersifat offline, pemilih hanya bisa melakukan pemilihan dengan mendatangi TPS. Tentu diharapkan aplikasi ini bisa digunakan secara online sehingga para pemilih bisa menggunakan hak suaranya melalui gadgetnya masing-masing. Sehingga diharapkan tingkat partisipasi mahasiswa terutama untuk Pemilu Raya Kepresma Usakti bisa meningkat. Kemudian dengan menggunakan E-Vote kemungkinan penggelembungan suara sulit dilakukan, karena pemrograman kan tidak semua orang yang tahu. Ya saran aja sih, untuk mekanisme dan implementasinya gimana teman-teman di Kabinet Kepresma sekarang, hehe..

Teman-teman HME 2013/2014 sudah mempelopori gerakan Pemilu Raya memanfaatkan teknologi. Semoga penggunaan teknologi ini bisa dikembangkan menjadi lebih canggih. Sepertinya seru juga apabila birokrasi kampus seperti proposal kegiatan menggunakan sistem online kayak e-budgeting di Pemprov DKI, tinggal klik-klik proposal udah diacc. Lebih hemat waktu, juga lebih hemat penggunaan kertas kan?

1 Komentar untuk "Akhirnya di Trisakti Ada yang Make E-Vote"

  1. Inovasi yang bagus pemanfaatan teknologi yang tepat...kalo boleh tau gimana cara bikin program e-vote?

    BalasHapus

Terima Kasih Udah Baca Artikel Blog Tyo. Silahkan berkomentar, bebas dan bertanggung jawab. Oh ya, masih banyak artikel bagus lho di blog ini, ditunggu komentar dan kunjungannya kembali