SIAPAPUN DAPAT LULUS CUMLAUDE (BAGIAN 1)

Jumat, 21 Maret 2014

SIAPAPUN DAPAT LULUS CUMLAUDE (BAGIAN 1)

Oleh : Gufi Laura Patricia, Alumnus Universitas Indonesia, Program Studi Ilmu Hukum

Aku ga pernah menyangka sebelumnya bahwa pada saat wisuda bulan Februari yang lalu, tepatnya di Balairung Universitas Indonesia aku melihat melihat namaku ada di layar menempati posisi ketiga sebagai lulusan terbaik dari program studi ilmu hukum. Siapa yang menyangka, seorang anak yang biasa-biasa saja semasa SMA dapat berprestasi pada saat di kuliah? Pada saat itu mataku betul-betul terpaku pada layar dihadapanku, dari jauh kudengar sayup-sayup suara kedua orang tuaku yang kegirangan. Sungguh untuk berdiri saja saat itu aku gemetar.

Ketika aku duduk di bangku SMA aku bersekolah di SMA Ricci 2 – Tangerang Selatan, Sebuah sekolah swasta yang berada di Tangerang Selatan, siapa yang mengenal sekolah tersebut apabila dibandingkan dengan sekolah – sekolah mentereng di daerah Jakarta maupun Tangerang, seperti Penabur, Lab school dan lain sebagainya. Ketika itu aku mengakui aku bukan siswa teladan, aku sering bersama teman-temanku sebelum ujian mempersiapkan contekan, tentunya hal tersebut bukan hal yang baik! Akupun mengakuinya, bahkan sempat aku mengalami peristiwa dimana aku nyaris ketahuan menyontek! Kalian tentu bisa membayangkan bagaimana rasanya jantung kalian berdebar-debar seakan mau copot.

Akan tetapi sikap buruk tersebut perlahan-lahan mulai kutinggalkan, kira-kira kalian tahu atau tidak apa alasannya? Alasannya tidak lain dan tidak bukan adalah ujian masuk PTN. Pada saat itu aku mendaftar ke beberapa PTN, antara lain UI (sebagai harapan tertinggi saya), UNPAD dan SBM-ITB. Harapanku untuk saat itu sangat jauh dari realistis, teman-teman bahkan beberapa saudara jauh pun mungkin diam-diam memperolokku atas ‘mimpi siang bolong’-ku tersebut. Akan tetapi hal tersebut tidak sedikitpun mengecilkan harapanku. Aku mengikuti banyak bimbingan belajar, buku-buku tes mungkin hampir semua yang ada di toko buku kubeli, semuanya hanya untuk satu tujuan, yaitu bisa masuk ke PTN impianku. Banyak waktu kukorbankan, dari waktu bermain dengan teman hingga pacaran, tapi selama itu baik untukku, aku tidak peduli.

Satu persatu tes masuk kuikuti, USM-ITB, SMUP-UNPAD dan juga SIMAK-UI. Harapan tertinggiku adalah SIMAK-UI akan tetapi aku tidak menaruh banyak mimpi untuk bisa kuliah di UI, Universitas terbaik di Indonesia tersebut terasa sangat jauh dari gapaian tanganku. Maka aku menaruh harapan besar pada dua PTN lain yang kuikuti.

Mukaku serasa ditampar begitu mengetahui hasil dari USM-ITB yang kuikuti, untuk pertama kalinya aku mengalami kegagalan untuk ujian masuk PTN, perasaanku menjadi tidak nyaman, mengingat aku belum memiliki sekolah sedangkan teman-temanku yang lain sudah mendaftar ke beberapa Perguruan Tinggi swasta. Orang tua-ku pun mulai tidak tenang, mereka menyuruhku untuk realistis dan mendaftar di salah satu Perguruan tinggi swasta di Jakarta. Akan tetapi aku masih percaya, aku pasti bisa!

Tamparan kedua yang terjadi adalah pada saat pengumuman SMUP-UNPAD, bagaimana mungkin sekian banyak usahaku dipatahkan begitu saja! Aku kecewa benar-benar kecewa, tidak dapat kutahan air mataku, mungkin ini salah satu jawaban dari Tuhan atas segala kemalasanku sebelumnya. Banyak teman dan sanak saudara yang memperolokku atas mimpiku, orang tua-ku pun saat ini sudah membulatkan tekadnya untuk mendaftarkan aku ke PT Swasta, akupun dengan berat hati mengikuti keinginan orang tuaku tersebut, meskipun aku sadar tidak mungkin harapan terakhirku bisa menjadi kenyataan, UI ? mungkin akan menjadi kenangan saja.

Aku sudah mendaftar di PTS yang diinginkan orang tuaku, mereka sudah membayar uang pangkal dan hatikupun akhirnya sudah mantap untuk berkuliah di PTS tersebut. Akan tetapi aku kemudian ingat bahwa pada hari itu adalah pengumuman SIMAK-UI. Aku tidak dapat memungkiri perasaanku kembali berdebar, agak naif, aku masih menaruh harapan besar untuk mimpiku yang satu ini. Aku kembali membuka komputerku, mengakses halaman pengumuman SIMAK-UI. Kusiapkan hatiku, aku berdoa, sungguh doaku saat itu penuh pengharapan, apapun yang terjadi aku pasrahkan ke Tuhan. Kumasukkan identitas ujianku dan kutekan tombol ‘Enter’ pada keyboardku. Perasaanku serasa meledak, air mata kembali mengalir dari kedua mataku, tanganku bergetar, aku menangis. Tidak bisa kutahan airmataku tersebut, aku berlari kearah papiku, aku peluknya lah ia, akhirnya kulewati momen tersebut dengan menangis haru bersama papiku. Bagaimana tidak? Harapan tertinggiku menjadi kenyataan, aku diterima masuk UI untuk program studi yang paling kuiinginkan yaitu ‘Ilmu Hukum’, hari-hariku akan diwarnai dengan jaket kuning, jaket yang hanya menjadi mimpi untukku, sungguh perasaanku tidak dapat kuungkapkan.




2 Komentar untuk "SIAPAPUN DAPAT LULUS CUMLAUDE (BAGIAN 1)"

Terima Kasih Udah Baca Artikel Blog Tyo. Silahkan berkomentar, bebas dan bertanggung jawab. Oh ya, masih banyak artikel bagus lho di blog ini, ditunggu komentar dan kunjungannya kembali