Cerita Juventini yang Gagal

Sabtu, 02 Maret 2013

Cerita Juventini yang Gagal

Juventini Gagal
Logo Juventus
Sebagai penggemar sepakbola, saya merasa gagal. kenapa? Karena saya begitu gemar menonton sepak bola, tapi sayangnya sangat buruk dalam mengolah bola. haha..

Perkenalan dengan dunia bola itu adalah saat saya masih berseragam sekolah dasar kelas 3 di kota Pekanbaru, Riau. Saat itu saya dan keluarga sedang menginap di wisma Telkom, fyi bapak saya adalah seorang pegawai Telkom. Di tahun 2000 itu, kalau saya tidak salah ingat saya terbangun di tengah malam karena bapak-bapak sangat berisik di ruang tengah. Saya keluar ternyata ada pertandingan sepak bola disiarkan di TV. Kalau tidak salah ingat, saat itu pertandingan Italy Vs France.

Setelah kejadian itu, saya mengalir begitu saja menyukai sepakbola. Karena saat itu Lega Calcio atau Liga Italia adalah liga yang sangat populer, (saat itu Liga Inggris tidak bisa saya tonton karena siarannya selalu diacak, karena saya menggunakan Parabola). Karena saat itu di tahun 2001 Juventus sedang bersinar, ya saya suka dengan Juventus. Siapa sih yang gak kenal Del Piero saat itu hehe..

Saya yang masih SD saat itu mulai rutin membeli Tabloid BOLA. Buset dari jaman harga berapa ya lupa, mahal pokoknya untuk ukuran saya yang masih SD. Untung nyokap saya suka berbaik hati buat beli tiap Jum'at. hehe.. Lama-lama saya lebih suka beli SOCCER, selain isinya semua tentang sepak bola, ada bonus posternya, dan yang pasti harganya di bawah BOLA.

Demen Juventus
Pertama nonton Serie A, yang teringat adalah Batistuta rebutan nomer punggung sama Montella. Beruntung akhirnya Roma tetap juara di musim itu. Pemainnya jago-jago banget, ada Assuncao, Emerson, Tommasi, Totti, Cafu, dll. Yang pasti ya dewanya trio Totti-Montella-Batistuta.

Musim berganti, saya yang saat itu kelas 4 SD mengamati isu-isu transfer. Yang paling menarik adalah transfer Juventus. Zidane dijual, terus Juventus dapet 3 pemain berkelas, Nedved dari Lazio dan Buffon-Thuram dari Parma. Keren banget nih Juventus, dalam hati saya. Sehingga saya menetapkan Juventus adalah tim idola saya! Apalagi Juventus udah 25 kali Scudetto saat itu. Tim besar nih!! (Glory Hunter Detected XD )

Saat itu saya juga mengirim surat ke Jakarta, buat jadi member Fans Juventus. Waktu itu namanya udah Juventus Club Indonesia belum? Lupa. :| akhirnya beberapa lama kemudian ada surat balasan dari Jakarta. Isi amplopnya ada penjelasan mengenai menjadi member resmi dan ada brosur-brosur gitu. Saya lupa harganya, berapa ya 75ribu atau 150ribu atau berapa ya. Pokoknya nyokap saya gak setuju karena mahal buat saya yang masih 4 SD. (dan akhirnya sampai sekarang gak jadi member JCI) Jaman segitu mah jangan harap kayak sekarang, dulu mainnya surat-suratan. haha.. Chapter-chapteran juga gak menjamur kayak sekarang.
Chievo Verona 2001/02
ilustrasi Chievo Verona 2001/2002
Apa yang paling diinget saat musim 2001/2002? Salah satunya Chievo Verona!!!

Tetangganya Hellas Verona ini akhirnya bisa menjajal Serie A untuk pertama kalinya. Dulu sih sempat ada joke dari Suporter Verona di sana (iya di sana, di sini gak ada kali ;p ) Chievo Verona itu bakal promosi ke Serie A kalau kedelai sudah bisa terbang. Kenapa kok Kedelai yang jadi patokannya? Yaa, para Fans Klub Liga Italia pasti tahulaah, apalagi yang terdaftar resmi, hehe..

Chievo yang di latih waktu itu sama Luigi Del Neri (kemarin pernah jadi pelatih Juve nih) mengejutkan seantero Italia. Dengan bermodalkan banyak pemain yang belum pernah bermain di Serie A, Chievo menggebrak dengan menjadi pemuncak klasemen beberapa lama di awal musim. Pemain bintangnya Marazzani, Corradi. Eriberto, Manfredini, Corini, sama Perrotta kalau gak salah. Oh ya, kipernya Lupatelli. Nomer punggungnya 10. Di musim ini juga dimulainya kampanye posisi Deep Lying Playmaker yang diperkenalkan oleh Andrea Pirlo dan Ancelotti.

Terus apa lagi yang paling diinget?

Penentuan scudetto berlangsung sampai giornata terakhir!! Waktu itu Inter, Juventus, sama Roma bersaing ketat. Juventus bakal juara kalau Inter kalah lawan Lazio dan Juventus bisa menang lawan Udinese. Roma? Lupakan. Gak usah di bahas.

Inter Gagal, Ronaldo menangis
HAHA, Remember it Merdaaa
Kalau tidak salah Inter sama Juventus sama-sama main tandang. Waktu itu RCTI nyiarinnya Inter Vs Lazio. Mungkin karena Big Match dan juga pertandingan pemuncak klasemen. Inter waktu itu unggul duluan, eh tapi akhirnya Lazio yang menguasai pertandingan, menit 80 udah mulai muncul tuh layar kecil di pojok kanan TV, pertandingan Udinese Vs Juventus, yang ternyata Juve udah unggul 2-0. Girang banget, plus deg-degan :|

Fabian Carini di Juventus
Fabian Carini
Inter kayaknya gak mungkin mengejar lagi, siaran RCTI beralih ke pertandingan Udinese Vs Juventus. Peluit berbunyi, Juventus berpestaaaa. Kalau gak salah penonton langsung tumpah ruah ke lapangan. Kyaa kyaaa!!! Oh ya di musim itu selain sangat menggemari Del Piero, saya sangat menggemari Fabian Carini haha.. Apa gak tau Carini? Cari di gugel gih..

Salas Vs Torino 2001/02
Salas Vs Torino 2001/02
Saya juga suka Enzo Maresca yang kalau gak salah waktu Derby Turin dia selebrasi ala Banteng dan saya juga suka duet Amoruso-Zalayeta yang kalau gak salah (lagi) sering dimainin di Coppa Italia. dan paling kesel sama Marcelo Salas yang gagal cetak gol dari titik putih waktu lawan Torino. Padahal itu menit-menit terakhir. Kesel banget sampai sekarang!!

Nantikan lagi cerita dari Juventini yang Gagal ini ya.



2 Komentar untuk "Cerita Juventini yang Gagal"

  1. Masih ada tahun depan JUVENTUS, SEMANGAT....

    BalasHapus
  2. kalau mania juventus..pastilah mengingat semua hingga sedetail-detailnya apapun tentang juventus....luarbiasa :)

    BalasHapus

Terima Kasih Udah Baca Artikel Blog Tyo. Silahkan berkomentar, bebas dan bertanggung jawab. Oh ya, masih banyak artikel bagus lho di blog ini, ditunggu komentar dan kunjungannya kembali