Zola, Apa Kabar Kau Disana?

Rizki Prasetyo | 20.00 | 0 comments

 Keberadaan seseorang akan terasa saat ia telah tiada.
Kalimat itu terasa benar dan kuyakini benar adanya.

Zolafera Zulfikar, seorang adik kelasku yang juga adik salah satu teman sekelasku saat di bangku SMA. Seseorang yang saat itu baru kukenal dan belum terlalu akrab. Tapi aku seperti mempunyai hutang budi kepadanya.

Zola, bawah-tengah
Dia salah satu teman dan juga satu tim voli di SMP dengan bunga, pacarku saat itu. Entah darimana awalnya, aku cerita-cerita tentang bunga ke dia, saat itu aku tengah bermasalah dengan bunga. (baca: Saatku Patah Hati) Lalu, Zola berinisiatif membantu bicara ke Bunga.

Kejadian itu tahun 2009 kalau tidak salah. Per 2 atau 3 hari, Zola mengabarkan progres "memata-matai" bunga. Saat itu akhirnya dia menyerah karena merasa berat untuk membuat Bunga berubah pikiran dan balikan ke aku.

Namun tak lama setelah Zola berhenti membantu, aku dan Bunga akhirnya berbaikan. Bahkan sempat aku dan abangnya, teman sekelasku, berbarengan ke sekolah Bunga dan Zola untuk menjemput mereka.

Ketika itu, Zola sempat bertanya ke abangnya, apakah aku dan bunga sudah baikan.. Aku saat itu hanya membalas dengan senyuman dan berkata "Amin..". 

Aku lupa, tapi sepertinya itulah pertemuan terakhirku dengan Zola. Bahkan sampai aku dan Bunga berpisah, kami belum pernah bertemu lagi. Sampai hampir setahun kemudian...


Naas... Zola ternyata hanya sebentar di bumi ini. di usianya yang baru 15 tahun, tanggal 2 Juni 2010 ia dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Ia tewas dalam kecelakaan sepeda motor.

Aku yang mendengar berita itu seketika teringat kejadian setahun kebelakang. Saat ia membantu aku mendekati Bunga. Lalu, aku teringat lagi, aku lupa apa aku sudah berterima kasih kepadanya atau belum. 

Aku merasa bersalah. Untuk menebus rasa bersalahku, malam itu juga saat almarhumah disemayamkan di rumah duka, aku hadir untuk takziah dan membacakan yasin untuknya. 

Suasana rumah duka dipenuhi oleh teman-temannya yang terlihat sulit untuk percaya kalau sahabatnya pergi lebih dahulu. Ah, kehilangan sobat untuk selama-lamanya. Tak bisa kubayangkan..

Almarhumah dikuburkan keesokan harinya, sambil menunggu keluarga yang berada di luar daerah. Untungnya saat itu, sekolahku sudah class meeting sehingga aku bisa pulang lebih awal untuk ikut menyolatkan jenazah serta mengantarkan ke peristirahatan terakhir.

Sesudah pemakaman pun, dan hingga kini aku masih merasa bersalah dan menyesal karena lupa apakah sudah mengucapkan terima kasih atau belum kepada almarhumah. Karena, saat itu beliau begitu baik menawarkan diri. Padahal saat itu kami belum pernah berbicara secara langsung.

Kejadian Zola juga yang membuat aku belajar untuk langsung mengucapkan terima kasih atas bantuan atau pemberian orang lain meski sekecil apapun itu.

Zol, aku tau kau tidak akan membaca tulisanku ini. Tapi aku yakin, kau bisa mengetahui bahwa aku sangat berterima kasih atas kebaikanmu. Terima kasih banyak Zol, dulu kau sudah membantuku, walaupun tidak berhasil, hehe..

Zola, Apa kabar kau disana? Kuharap doa dan perasaanku ke dia menjadi amal jariyah bagimu disana.

(FB dia masih sering di wall oleh sahabat-sahabatnya. bisa dicek disini --> http://www.facebook.com/zolafera)

Category :

About Blogtyo.com :
Rizki Prasetyo Hutomo seseorang yang cinta sepakbola, namun tidak bisa bermain bola. Biasa dipanggil Rizki atau Tyo. Biasa menulis di kala senggang, tulisannya telah masuk dalam proyek nulisbuku.com

0 comments

Terima Kasih Udah Baca Artikel Blog Tyo. Silahkan berkomentar, bebas dan bertanggung jawab. Oh ya, masih banyak artikel bagus lho di blog ini, ditunggu komentar dan kunjungannya kembali