Selamat Hari Ibu, Wanita Terhebat

Jumat, 23 Desember 2011

Selamat Hari Ibu, Wanita Terhebat


Halo Ma, wanita terhebat di hidupku. Wanita terindah dan wanita yang paling kucintai di bumi ini. Tapi, aku tak pernah bisa mengucapkan itu kepada kamu ma.

Ma, aku masih ingat ketika dulu aku masih di bangku sekolah, engkau senantiasa menanti aku pulang. Engkau senantiasa menunda tidur siangmu demi menanti aku sampai di rumah. Aku tahu engkau mulai khawatir ketika sejam dua jam engkau menunggu aku tak kunjung sampai di rumah.

Begitupun saat aku mulai pulang diatas jam 10. Aku masih ingat ketika engkau memarahiku. Aku masih ingat bagaimana kesalnya engkau kepadaku.

Maafkan aku Ma, maafkan aku yang dulu sering tidak mengabari seandainya aku pulang terlambat. Maafkan aku, aku juga kesal dan dongkol ketika engkau memarahiku.

Aku yang sering kesal dan menumpahkan semua kekesalanku di facebook atau twitterku. Mengatakan engkau jahat. Padahal, aku tidak tahu, saat aku terkena flu atau sudah terkapar sakit, engkau begitu cemas dan terkadang merasa sangat bersalah. Seolah aku sakit karena salahmu.

Aku begitu sering mengeluarkan kata “ah” saat engkau menasehatiku. Aku terlalu sering mengeluh dan mengomel ketika engkau memarahiku.

Tapi aku kini mengerti Ma, engkau mengkhawatirkan aku menjadi remaja yang tidak terkontrol. Yang suka merokok, minum-minum, atau pulang pagi. Engkau tidak menginginkan aku tumbuh menjadi orang yang sesuka hati tanpa tanggung jawab.

Engkau mengajariku bagaimana menerima apa adanya tanpa mengeluh
Engkau mengajariku bagaimana bertanggung jawab terhadap perbuatan dan perkataan
Engkau mengajariku untuk tidak terlalu lemah ketika diserang oleh berbagai masalah
Engkau yang mengajari kepadaku, arti cinta sesungguhnya

Cinta yang memberi tanpa mengharap balasan. CInta yang tetap memberi meski berulang kali disakiti. Cinta yang tetap memberi walaupun belum tentu akan dibalas. Cinta yang takkan mungkin bisa kudapatkan dari siapapun lagi.

Terima kasih ma, atas segala yang telah engkau ajari kepadaku, lewat kata atau perbuatan. Terima kasih ma, atas segala kesabaran menuntunku mengenal dunia. Atas kesabaran mengajariku dari aku lahir sampai sekarang.
Terima kasih ma, atas segala doa yang tak pernah berhenti engkau ucapkan kepadaku.
Terima kasih ma, aku tahu aku tidak akan bisa membalas semua yang telah aku beri, aku hanya bisa merepotkanmu, membuat engkau khawatir, dan membuat engkau menangis di kala engkau terlelap.

Maafkan aku ma. Aku, anakmu ini, belum bisa membahagiakanmu. Prestasi akademik pun aku standar-standar saja, justru cenderung mengecewakanmu.

Tapi aku tahu, bukan hanya lewat itu cara membahagiakanmu. Aku tengah mencoba menjadi anak yang peduli pada diri sendiri dan pada lingkunganku. Aku akan menjadi orang yang berguna buat lingkunganku. Yang memiliki prestasi selain akademk.

Ma, wanita terhebat di hidupku. Maafkan segala ucap dan perbuatanku yang salah. Segala ucap yang membuat hatimu tersakiti. Segala perbuatan yang membuat engkau terluka. Maafkan aku Ma. Aku hanya belum tahu apa tujuan engkau saat itu.

Ma, tetap doakan anakmu ini. Untuk menjadi anak yang berada di jalan yang lurus, menjadi orang yang berguna buat keluarga dan lingkunganku, dan menjadi imam yang baik untuk istri dan anakku kelak.

Terima kasih ma, atas segala yang engkau beri yang takkan bisa kusebutkan satu per satu. Karena aku yakin, segala kebaikan yang aku ketahui itu tidak sampai sepertiga dari seluruh kebaikan yang telah engkau lakukan kepadaku.

Terima kasih ma, aku sayang dan rindu padamu, wanita terhebat di hidupku…


0 Komentar di "Selamat Hari Ibu, Wanita Terhebat"

Posting Komentar

Terima Kasih Udah Baca Artikel Blog Tyo. Silahkan berkomentar, bebas dan bertanggung jawab. Oh ya, masih banyak artikel bagus lho di blog ini, ditunggu komentar dan kunjungannya kembali