Kepopuleran Kata Kepo

Selasa, 27 Desember 2011

Kepopuleran Kata Kepo

Kata kepo seakan menjadi tren baru di kalangan muda Indonesia. Kepo itu bisa berarti sebagai rasa ingin tahu seseorang tentang urusan orang lain. Kepopuleran kepo ini berawal dari jejaring sosial bernama twitter.

Awalnya saya tidak tahu menahu mengenai dunia per-kepo-an ini. Namun, dalam 6 bulan terakhir ini sering kali ketika saya bertanya mengenai sesuatu yang sedang diperbincangkan, pasti selalu dijawab, "ih kepo dah."



Kepo itu dari penelitian singkat saya berasal dari:
1. Bahasa Hokkian
Menurut bahasa hokkian, Ke itu artinya Bertanya, Po (Apo) = Nenek-nenek. Jadi bisa ditarik kesimpulan, Nenek-nenek yang suka bertanya, ingin tahu, dan sejenisnya.

2. Perasaan ingin tahu suatu hal
Dalam hal ini, biasa digunakan di jejaring sosial, seperti Twitter.

3. Katrok/Ndeso
Ntahlah, saya tidak bisa menjelaskan ini. Iseng aja hehe..

4. Tukang gosip
Always want to know other people business.

Jadi kesimpulannya
Kepo adalah (seperti) nenek-nenek yang suka bertanya, ingin tahu banget tentang urusan orang lain, Katrok dan ndeso, serta tukang gosip.
Ah, bercanda kok Kepo itu tidak seburuk itu. Tidak semua orang kepo buruk. Ada orang yang bertanya karena memang itu wujud kepeduliannya  terhadap sesama. Bangsa kita merupakan bangsa timur yang komunikasi antar sesama lebih terbuka walaupun tidak vulgar.

Seperti contohnya orang Vietnam. Mereka mempunyai kebiasaan ingin tahu tentang informasi seseorang dari orang lain. Dalam komunikasi, pertanyaan mengenai umur, pendidikan, pekerjaan, keluarga, sratus sosial, dan sebagainya sangat sering dilontarkan. Mungkin bagi sebagian masyarakat lainnya hal itu sangat mengganggu, terkesan kepo.

Tetapi kebiasaan itu lahir dari semangat bermasyarakat. Di dalam masyarakat, masyarakat Vietnam bertanggung jawab merawat orang lain. Untuk dapat bersikap sebaik-baiknya kepada orang lain, mereka ingin tahu atau kepo dan mengerti keadaan orang lain.

Suatu nilai budaya masyarakat yang mulai hilang di Indonesia. Negara yang disebut sebagai negara yang ramah dan berbudaya. Seiring berkembangnya teknologi komunikasi, tetangga yang beberapa dari meter dari rumah saja tidak kenal, namun kita kenal dengan orang yang berada puluhan kilometer dari rumah kita.

Sering juga, kita lebih mencurahkan perasaan dan masalah kita ke dunia maya. Yang pasti akan dibaca oleh semua orang, yang belum tentu kita kenal. Nah, kenapa sih musti menjawab kepo kalau ditanyain mengenai sesuatu? berbagilah dan berkomunikasilah..

Kepo tidak seburuk itu kan.. Kembali ke pikiran dan tujuan masing-masing.

0 Komentar di "Kepopuleran Kata Kepo"

Posting Komentar

Terima Kasih Udah Baca Artikel Blog Tyo. Silahkan berkomentar, bebas dan bertanggung jawab. Oh ya, masih banyak artikel bagus lho di blog ini, ditunggu komentar dan kunjungannya kembali