Apa arti Boxing Day?

Senin, 26 Desember 2011

Apa arti Boxing Day?

Di beberapa negara, kompetisi sepakbola akan libur saat Natal dan menjelang tahun baru. Namun, di Inggris dan beberapa negara persemakmuran, justru mereka bertanding tepat sehari setelah Natal. Maka dari itu, pada tanggal 26 Desember disebut Boxing Day.


Bagi masyarakat inggris, Boxing Day merupakan hari libur dan sangat istimewa.
Kebanyakan mereka berpesta, berbelanja, atau menonton tontonan yang mereka suka. Maka, di Boxing Day sepakbola tetap bergulir. Jika tida, maka akan diprotes seluruh rakyat dikarenakan sepak bola sudah menjadi bagian dari wisata serta hiburan keluarga bagi sebagian besar masyarakat Inggris.

Federasi Sepakbola Inggris (FA) mengatur jadwal liga dengan sangat rapi. Diusahakan tim yang bertanding bertetangga atau jaraknya tidak berjauhan saat Boxing Day. Hal ini dilakukan agar tim dan suporter tidak melakukan perjalanan terlalu jauh dan tidak membuang waktu di hari istimewa. Namun, tak semua pertandingan mempertemukan dua tim yang berdekatan.

Contoh pertandingan Boxing Day yang mempertandingkan tim-tim yang berdekatan adalah Chelsea melawan Fulham. Kedua klub sama-sama berasal dari London.



Kenapa di sebut Boxing Day? Ini bukan hari tinju, bukan pula hari kotak. Namun, nama itu sudah lama dan mentradisi sejak lama, diperkirakan muncul pada Abad Pertengahan.

Ada beberapa versi keterangan. Pada tanggal 26 Desember merupakan hari di mana masyarakat Inggris saling memberi hadiah atau bingkisan yang dibungkus dalam sebuah kotak. Karena itu, tanggal 26 Desember disebut Boxing Day.

Ada penjelasan lain yang mengatakan, tradisi ini muncul di awal era Kristen. Saat itu, sebuah kotak besi ditaruh di depan gereja untuk mengumpulkan sumbangan.

Namun, di Inggris, tradisi ini muncul saat para baron dan bangsawan memberi hari libur kepada para budak dan pembantunya di tanggal 26 Desember. Mereka diberi kesempatan mengunjungi keluarganya. Masing-masing pembantu atau budak diberi kotak berisi hadiah atau bonus. Sebab itu, kemudian muncul tradisi memberi hadiah pada 26 Desember dan kemudian dinamai Boxing Day.

Tradisi inilah yang kemudian akrab disebut Boxing Day (Hari pembagian kotak hadiah). Di beberapa bagian Negara seperti Selandia Baru, Inggris, Australia dan Kanada, perayaan ini juga akrab disebut Stephens Day.





Tradisi asli Negara-negara asal Britania ini hingga kini masih dipertahankan. Namun seiring perkembangan zaman, tradisi inipun sedikit bergeser, namun tetap memiliki makna yang sama. Sebagai contoh, kini banyak gereja-gereja memanfatkan momen Boxing Day sebagai hari untuk membagikan sumbangan kepada kaum miskin.


Meski begitu, Boxing Day bisa berbeda-beda penafsiran di setiap negara. Yang pasti, di Inggris ini hari istimewa, hingga sepak bola pun harus tetap berlaga.



Boxing Day kini juga berkembang menjadi tradisi belanja besar-besaran di Britania Raya. Sebab, pada hari itu, hampir semua toko menawarkan diskon besar-besaran pula. Maka, selain ke stadion, pada hari itu masyarakat Inggris juga akan berduyun-duyun ke shopping center.

Mitos “Boxing Day”: Dulu dan Kini

Tanggal 26 Desember merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh warga dunia yang tergabung dalam negara-negara Commonwealth, seperti Inggris Raya, Selandia baru, Australia dan juga Kanada. Hari itu dikenal dengan nama “Boxing Day” yang merupakan hari libur nasional. Dalam sejarahnya, Boxing Day awalnya hanya sebuah perayaan tradisional pada abad pertengahan, yang secara kultural setiap orang kala itu tergerak hatinya untuk memberikan hadiah yang dibungkus dengan kotak (box) kepada para pekerja, orang-orang miskin dan kelompok-kelompok sosial yang berada di kelas bawah.

Seiring perkembangan zaman, tradisi “Boxing Day” ini berubah dari akar sejarahnya. Di Kanada, tempat tinggal saya saat ini, Boxing Day bisa dikatakan sebagai hari Discount terbesar tahunan. Betapa tidak, saat hari ini tiba semua supermarket dan gerai-gerai elektronik menurunkan harga termurah, seperti Future Shop, Best Buy, Wallmart, The Source. Begitu pula gerai-gerai kecil lainnya. Aneka iklan dan promosi ditampilkan dan disebarkan pada semua orang. Bentuk-bentuk promosi dengan “Boxing Day Sale”, “Boxing Week Sale’, “Crasher Shop”, “Amazing Price” memancing konsumen untuk turut juga memburu barang-barang belanjaan.
Bukan hanya itu, para pembelipun rela antri berjam-jam. Bahkan diantara mereka ada yang mulai antri pukul 6 pagi, padahal toko akan dibuka pukul 1 siang. Termasuk saya yang juga antri dari mulai jam 10, agar dapat membeli Canon, Digital Camera Super Shoot 10 MP.

Negara lainnya seperti Inggris, perayaan “Boxing Day” juga mengalami perubahan kebudayaan yang cukup berarti. Bahkan Boxing Day disana lebih dikenal sebagai hari berolahraga. Padahal dalam sejarah Inggris, setiap tanggal 26 Desember itu merupakan hari dimana orang melakukan tradisi berburu rubah (fox hunting). Tradisi berburu kini telah menjelma menjadi tradisi sepak bola, balap kuda dan kriket. Untuk itu, tak mengherankan jika sepak bola di hari Boxing Day benar-benar menjadi sorotan semua orang, bahkan media di sana mempublikasikan secara besar-besaran setiap pencetak gol dan pemenang di Liga Inggris pada tanggal 26 Desember. Ini sekaligus menandakan bahwa hari tersebut benar-benar bukan hanya sekedar mitos, tetapi juga merupakan hari keberuntungan bagi setiap orang.

Setiap kontestan di Premiership umumnya bertanding untuk memberikan kado berupa kemenangan bagi para pendukungnya. Oleh karena itu pada ajang Boxing Day nanti kompetisi Premier League bakal tetap bergulir. Dimana semua tim bakal menjalani pertandingan guna mempersempahkan kado berupa kemenangan bagi fansnya.



Karena alasan Boxing Day juga yang membuat bintang legendaris Prancis, Michel Platini, enggan berkarir di Inggris, baik sebagai pemain dan manajer, karena kompetisi sepakbola ketika memasuki akhir Desember, kompetisi Inggris serasa dipadatkan.

"Saya ingin menghabiskan liburan saya bersama keluarga, bukan bermain di empat pertandingan dalam rentang waktu delapan hari," kritiknya beberapa waktu lalu, dalam kapasitasnya sebagai presiden UEFA.


Hari libur memang mempunyai makna tersendiri bagi yang merayakannya. Seiring perkembangan zaman dan budaya manusia, perubahan nilai-nilai yang terkandung di balik hari-hari itu juga tak dapat dihindari. Begitulah sejarah, adakalanya bertahan dan ada pula yang harus berubah, seperti tradisi “Boxing Day”.

0 Komentar di "Apa arti Boxing Day?"

Posting Komentar

Terima Kasih Udah Baca Artikel Blog Tyo. Silahkan berkomentar, bebas dan bertanggung jawab. Oh ya, masih banyak artikel bagus lho di blog ini, ditunggu komentar dan kunjungannya kembali