Yakin PMS? Bukan Dysmenorrhea?

Jumat, 18 November 2011

Yakin PMS? Bukan Dysmenorrhea?


                “Aduhhh, perut aku sakit banget nih. Biasa, lagi PMS.”
      “Ah, biasa nih kalo lagi PMS, perut perih banget serasa keram. Bawaannya pengen tidur mulu…”

                Kata-kata tadi sangat sering terlontar oleh para perempuan terutama yang sudah mengalami masa pubertas. Sadarkah Anda, bahwa ada yang salah dari ucapan-ucapan mereka tersebut?

                Banyak orang salah mengartikan apa itu PMS. Padahal, PMS atau Pre menstrual Syndrome (Sindrom Pra-Haid) itu terjadi sebelum masa menstruasi dimulai. Dilihat dari namanya saja, “Pre”, atau “sebelum”, itu berarti sindrom-sindrom tersebut terjadi sebelum masa haid, bukan pada saat haid.

                PMS atau Pre Menstrual Syndrome adalah kumpulan gejala fisik, psikologis, dan emosi yang terkait dengan siklus menstruasi wanita (terkait bukan berarti terjadi pada saat haid). Gejala tersebut dapat diperkirakan dan biasanya terjadi secara regular pada dua minggu periode sebelum menstruasi. Hal ini dapat hilang begitu dimulainya pendarahan, namun dapat pula berlanjut setelahnya (setelah pendarahan selesai).

                Gangguan kesehatan berupa pusing, depresi, perasaan sensitif berlebihan sekitar dua minggu sebelum haid biasanya dianggap hal yang lumrah bagi wanita usia produktif. PMS memang kumpulan gejala akibat perubahan hormonal yang berhubungan dengan siklus saat ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium) dan haid. Sindrom itu akan menghilang pada saat menstruasi dimulai sampai beberapa hari setelah selesai haid.

                PMS bisa ditandai dengan munculnya jerawat karena sekresi minyak yang berlebihan pada masa pra-menstruasi, emosi lebih tidak terkontrol, lebih mudah tersinggung, dan hal-hal lainnya yang menyangkut masalah psikologis perempuan. Jadi, kalau misalnya Anda mengatakan bahwa beberapa teman perempuan Anda itu jutek, atau galak…itu tandanya dia sedang mengalami PMS. Atau emang dasarnya temperamental, hehe.

                Mungkin, rasa perih yang Anda maksud disini adalah Dysmenorrhea.

                Dysmenorrhea adalah nyeri pada daerah panggul akibat menstruasi dan produksi zat prostaglandin. Seringkali dimulai segera setelah mengalami haid pertama (menarche). Nyeri berkurang setelah menstruasi, namun pada beberapa wanita nyeri bisa terus dialami selama periode menstruasi. Prostaglandins dibuat oleh lapisan dalam dari rahim. Sebelum menstruasi terjadi zat ini meningkat dan begitu haid terjadi, tingkat prostaglandin menurun. Hal ini dapat menjelaskan mengapa sakit cenderung berkurang setelah beberapa hari pertama haid.

                Dysmenorrhea terbagi jadi dua yaitu primer atau sekunder, primer murni karena proses kontraksi rahim tanpa penyakit dasar sebagai penyebab. Sedangkan dysmenorrhea sekunder disebabkan selain proses haid dan produksi prostaglandin secara alami. Ciri khasnya nyeri haid tidak berkurang pada hari-hari haid selanjutnya. Penyebab dysmenorrhea sekunder antara lain: endometriosis dan fibroids (miom).

                Jadi, yang Anda alami selama masa menstruasi itu adalah Dysmenorrhea, bukan Sindrom Pra-Haid. Jika Anda mengalami nyeri pada perut bagian bawah pada saat haid, itu terjadi karena peluruhan pada dinding rahim, namun, jika nyeri pada perut terasa berlebihan, bahkan ada yang sampai pingsan dan tidak dapat beraktivitas normal, sebaiknya Anda cek ke dokter kandungan. Adanya miom, endometriosis (radang endometrium, atau sering disebut ‘kista’), mungkin menjadi salah satu penyebab mengapa ketika haid dan tidak sedang haid, perut bagian bawah Anda mengalami rasa sakit dan nyeri yang luar biasa.

                Dengan tulisan ini semoga Anda tidak lagi salah mengartikan apa PMS itu sebenarnya, dan meletakkan kata “PMS” di kalimat yang tepat. Terkadang saya sedikit emosi melihat orang yang salah mengartikan apa PMS itu, hehe. Dan di sini saya mencoba meluruskan pemahaman Anda. Semoga bermanfaat.

Catatan: yang menulis tulisan ini kontributor cewek kok, jadi jangan heran. Lalala. *goyang gayung*

1 Komentar untuk "Yakin PMS? Bukan Dysmenorrhea?"

  1. Semua gangguan yang menyangkut organ reproduksi wanita,memang sangat menghawatirkan,harus ditangani dengan segera..

    BalasHapus

Terima Kasih Udah Baca Artikel Blog Tyo. Silahkan berkomentar, bebas dan bertanggung jawab. Oh ya, masih banyak artikel bagus lho di blog ini, ditunggu komentar dan kunjungannya kembali