Setelah Minta Maaf, Beri Juga Maafmu

Kamis, 01 September 2011

Setelah Minta Maaf, Beri Juga Maafmu


Bagi umat muslim, lebaran adalah sarana untuk saling meminta maaf. Walaupun sering diikuti acara makan-makan, namun makan bersama semata hanya sebagai simbol kedekatan dan ucapan syukur bahwa telah melewati ujian menahan hawa nafsu selama sebulan penuh. Tapi makan-makan bukan inti dari berlebaran tentunya. .


Masih banyak yang berlebaran tidak dengan makan enak sampai kenyang, hanya dengan sepotong singkong dan segelas air putih mungkin. Tapi suasana lebaran tetap indah di mata mereka. Lalu ada kawan yang sering bertanya: Pantaskah merayakan lebaran ketika  bulan puasa tidak dituntaskan?

Pantaskah seseorang bersorak-sorai kemenangan, padahal ia tak mampu menuntaskan Ramadhan yaitu menahan hawa nafsu, menang atas hawa nafsu (bukan sekedar soal makan minum)? Tentu semua punya pendapat masing-masing. Yang pasti, secara makna maka Idul Fitri adalah hari kemenangan.

Idul Fitri memang puncak kemenangan. Kemenangan bagi mereka yang pernah merasakan “susah”nya berpuasa. Pernah mengalami pahitnya menderita. Yang pernah terbelenggu dendam dan amarah. Yang jangankan membuka pintu pengampunan atas orang yang bersalah padanya, tapi bahkan memberi secuil maaf pun ia tak mau. Jadi merayakan lebaran, harusnya membuka tangan kita lebar-lebar dalam memberi maaf. Dan lagi, bukan hanya bisa meminta maaf, tapi juga sanggup memberi maaf.


Sudahkah kita meminta maaf….?
Sudahkah kita juga memberi maaf……?
Semoga.

Minal Aidin wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin...

0 Komentar di "Setelah Minta Maaf, Beri Juga Maafmu"

Posting Komentar

Terima Kasih Udah Baca Artikel Blog Tyo. Silahkan berkomentar, bebas dan bertanggung jawab. Oh ya, masih banyak artikel bagus lho di blog ini, ditunggu komentar dan kunjungannya kembali