in Arsene We Trust: Secercah Harapan Arsenal di Ambang Kehancuran

Selasa, 06 September 2011

in Arsene We Trust: Secercah Harapan Arsenal di Ambang Kehancuran



Manchester United vs Arsenal
Theo Walcott menempatkan bola di sela-sela kaki David De Gea sesaat sebelum wasit Howard Webb mengakhiri babak pertama. Gol yang sebenarnya memberi sebuah harapan bagi Arsenal untuk mendapatkan sesuatu pada babak kedua.
Tapi seiring dengan gol keempat, kelima, keenam, ketujuh, dan diakhiri tendangan lengkung Ashley Young ke gawang Wojciech Szczesny, membuat Arsenal terdiam.

Menurut Mirror Football, pemain-pemain Arsenal sudah pasrah bila mendapatkan hairdryerdari Wenger, namun sang profesor kehilangan kata-kata. Ruang ganti tim tamu di Old Trafford membisu.
Arsenal kalah 8-2 dari Manchester United. Dua rival utama gelar liga domestik jauh sebelum Roman Abramovich datang di Chelsea dan Sheikh Mansour membuat kerajaan baru di Eastlands.
Dalam sejarah Premier League, setiap tim yang kebobolan delapan gol atau lebih identik dengan jurang degradasi. Ipswich Town, Sheffield Wednesday, dan Wigan. Namun kini Arsenal merasakannya.
Sir Alex Ferguson pun sampai mengatakan, “Anda tak ingin mencetak gol lebih banyak lagi (ke gawang Arsenal),”
Sebuah kalimat yang menunjukkan bagaimana seorang Ferguson pun tak menyangka kapal Arsenal karam begitu mudah di luar perkiraan. Ferguson menyukai Arsenal, dengan segala romantisme dan persaingan akhir 90an hingga pertengahan 2000an.
Ferguson menikmati rivalitasnya dengan Wenger, sejak kedatangan orang Prancis itu dari Jepang. Filosofi pemain muda ala Wenger, juga dianut oleh Ferguson.
Manchester United vs Arsenal
Banyak tim yang bisa dijadikan lumbung gol oleh Ferguson, seperti Ipswich, tapi Ferguson pun “tak tega” timnya menang lebih dari delapan gol menghadapi Wenger.
Skor akhir menunjukkan segalanya. United yang superior. Arsenal yang krisis serta hilangnya mental juara Arsenal. Faktanya, Wenger memasukkan pemain belia Alex Oxlade-Chamberlain saat skor menunjukkan 5-1 dan Henri Lansbury dimasukkan ketika United leading 7-2.
Rata-rata usia pemain Arsenal di starting lineup adalah 23 tahun, sama dengan United. Namun Arsenal mengalami krisis “kedalaman pemain” dalam skuadnya. Arsenal sedang membangun masa depan. Tapi masa depan United adalah sekarang.
Wenger sempat mengatakan bahwa sulit bermain ketika delapan pemain inti absen. Namun United pun demikian. Vidic dan Rafael cedera. Rio Ferdinand dan Fabio telah pulih tapi mulai sulit menggeser Jones dan Smalling di posisi back four. Chicharito yang baru pulih dimainkan mulai pertengahan babak pertama hanya karena Welbeck cedera hamstring.
Arsenal belum pernah kalah dengan kebobolan delapan gol sejak abad ke-19. Terakhir kali Arsenal kemasukan delapan gol adalah tahun 1896, saat masih bernama Woolwich Arsenal, kalah 0-8 dari Loughborough di divisi dua. Itu terjadi 115 tahun lalu, ketika Wilhelm Rontgen menemukan sinar X dan Olimpiade modern pertama kali digelar di Athena.
Manchester United vs Arsenal


Carl Jenkinson menambah alasan frustasi Wenger ketika mendapat kartu merah setelah melakukan pelanggaran pada Chicharito. Tentu, bagi pemain muda seperti Jenkinson yang sebelumnya hanya bermain di tim amatir Eastbourne Borough dan Welling, sulit menghadapi tekanan tinggi atmosfer Old Trafford.
Setelah memberikan kejutan di akhir transfer windows, Rabu, 31 Agustus. Nama-nama seperti Yossi Benayoun, Mikel Arteta, Per Metesecker, bek Fenerbahce asal Brasil, Andre Santos, hingga pemain AS Monaco dari Korsel, Park Chu-Young, berhasil didatangkan dan sangat diharapkan bisa memenuhi harapan Gooners.
Yang menarik, menurut statistik Opta, dalam 20 tahun sejarah Premier League, belum ada tim yang bisa finish di peringkat empat besar ketika tim tersebut belum pernah menang dalam tiga laga awal musim.

Manchester United vs Arsenal 8-2
“In Arsene We Trust. Who Knew Nasri or Fabregas 4 Years Ago?” Itulah tulisan pada spanduk yang dibawa fans Arsenal di Old Trafford, Minggu (28/8). Kepercayaan yang masih dipegang oleh para gooners kepada Wenger.

Musim yang berat untuk Arsenal baru dimulai setelah Young mencetak gol ke delapan ke gawang Szczesny di Old Trafford…

0 Komentar di "in Arsene We Trust: Secercah Harapan Arsenal di Ambang Kehancuran"

Posting Komentar

Terima Kasih Udah Baca Artikel Blog Tyo. Silahkan berkomentar, bebas dan bertanggung jawab. Oh ya, masih banyak artikel bagus lho di blog ini, ditunggu komentar dan kunjungannya kembali