Berkibarlah Bendera Merah Putih

Rabu, 17 Agustus 2011

Berkibarlah Bendera Merah Putih


17 Agustus 2011. Tepat 66 tahun usia proklamasi negeri zamrud khatulistiwa. Berbagai cerita romantisme masa lalu tiba-tiba bermunculan kembali.

‘Bangsa yang akan menguasai perdagangan dunia,’ tulis National Geographic edisi tahun 1955, tepat 10 tahun proklamasi Indonesia saat itu.


Itu dulu...

17 Agustus tahun ini tepat pada saat umat islam di Indonesia sedang berpuasa. Jadi tidak dapat kita lihat beberapa seremonial khas milik rakyat, seperti panjat pinang, lomba makan kerupuk,serta lomba-lomba lainnya. Tapi ada satu yang menarik perhatian saya, Pengibaran bendera Merah Putih di rumah-rumah warga.

Bendera Merah Putih sebenarnya  sudah berkibar saat konggres Sumpah Pemuda tahun 1928, namun saat itu bendera Merah Putih belum diakui karena negara kita belum dianggap ada oleh dunia internasional.

Bendera Merah Putih yang dikibarkan saat proklamasi tahun 1945 dijahit oleh istri Bung Karno, Fatmawati. Oke, itu hanya intermezo belaka.

*****

’Jangan teriak merdeka kalau belum pasang bendera Merah Putih di depan rumah,’ tulis saya di akun twitter saya pada tanggal 16 Agustus 2011.

’Aku belum masang bendera, berarti aku gak boleh teriak merdeka ya? Jadi Cuma sebatas bendera ya?’ balas teman saya menanggapi tweet saya sebelumnya.

’Kami akan takut pada umat muslim bila solat subuh mereka seramai solat jum’at,’ ucap pemuka agama yahudi.

Oh, jadi cuma sebatas solat subuh kualitas keimanan umat muslim? Tentu tidak, tapi pasti ada alasan tertentu mengapa solat subuh menjadi patokan dasar kualitas muslim yang akan ditakuti dunia dan mengapa memasang bendera Merah Putih menjadi patokan dasar merdeka.

Lho kok dihubung-hubungkan dengan agama?

Memangnya kenapa? Bukankah agama merupakan pedoman dasar dari segala masalah di muka bumi ini?

Terhitung 1 September 1945, bendera Merah Putih wajib berkibar diseantero negeri ini. Gerakan pengibaran sang Saka pun menyebar luas di Surabaya. Namun pada sore hari, 18 September 1945 sekelompok orang Belanda menaikkan bendera Belanda di puncak gedung hotel Yamato, Surabaya.

Keesokan harinya, para pemuda surabaya berusaha menurunkan bendera Belanda. Sempat melalui diskusi, namun pihak Belanda menolak menurunkan benderanya. Akhirnya para pemuda berebut menaiki tiang bendera di puncak gedung hotel, menurunkan bendera Belanda, merobek bagian birunya, dan kemudian mengibarkan kembali bendera tersebut.

Kini, disaat negara kita telah merdeka kita malah enggan mengibarkan bendera Merah Putih. Dengan berbagai alasan kita membela diri mengapa kita tidak mengibarkan bendera tersebut. Padahal mengibarkan bendera Merah Putih adalah sebuah perwujudan yang sangat kecil betapa kita menghargai para pahlawan bangsa dan betapa kita mencintai negeri ini. Kalau yang kecil saja kita tidak melakukan, bagaimana hal lain? Peduli apa?

*****

’Visca El Barca! Visca Catalonia!,’ teriak para pemain Barcelona ketika seremoni penutupan musim 2010/2011. Carlos Puyol dan Xavi tetap mengibarkan bendera Catalonia (merah kuning) saat kemenangan di piala dunia.Dan saat pesta Barcelona juara liga Spanyol dan liga Champion di Nou Camp, Iniesta dan xavi membuat diri mereka penuh dengan bendera dan lambang Catalonia, Pep Guardiola sendiri mengikat trophy Liga Champion dan trophy juara liga Spanyol dengan bendera Catalonia.

Bendera Catalonia benar-benar menjadi sebuah simbol perlawanan bangsa Catalonia kepada bangsa Spanyol. Kenapa? Padahal itu Cuma sebatas bendera, mengapa repot-repot dipasang? Bukan begitu sobatku?
 

’Kepada bendera Merah Putih, Hormat Graak !!’
Seiring dengan lagu Indonesia Raya, semua peserta upacara hormat kepada sang Saka.

’duh lama banget sih, panas tau,’ gumam siswa A.
’Tau nih, mana kaki gue udah pegel lagi,’ jawab siswa B.
’Gak ngerti ya orang lagi puasa, cepetan dong gerek benderanya,’ tambah siswa C.

Sementara di luar pagar, tampak seorang kakek dengan tongkat dan pakaian seperti purnawirawan mendongak melihat sang Saka menuju ujung tiang.

’Alhamdulillah, perjuanganku dulu bersama teman-teman kini ”SANGAT DIHARGAI’ oleh para penerusku. Meski aku harus kehilangan sebelah kakiku.’

Tiba-tiba terdengar suara anak kecil.
’Kek, kakek kenapa menangis....?’

Bendera Negara wajib dikibarkan pada setiap peringatan Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia tanggal 17 Agustus oleh warga negara yang menguasai hak penggunaan rumah, gedung atau kantor, satuan pendidikan, transportasi umum, dan transportasi pribadi di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan di kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.
-Pasal 7 UU No. 24 Tahun 2009-

Berkibarlah benderaku, lambang suci gagah perwira...




0 Komentar di "Berkibarlah Bendera Merah Putih"

Posting Komentar

Terima Kasih Udah Baca Artikel Blog Tyo. Silahkan berkomentar, bebas dan bertanggung jawab. Oh ya, masih banyak artikel bagus lho di blog ini, ditunggu komentar dan kunjungannya kembali