Universitas Trisakti di Mataku

Selasa, 19 April 2011

Universitas Trisakti di Mataku

Memasuki 8 bulan berada di Teknik Elektro Trisakti, saya ingin membuat semacam review. Pastinya review ini ingin saya buat dalam jangka waktu tertentu Apa tujuannya? Tentu setiap manusia akan mengalami perubahan dan dengan menulis review dalam waktu yang berkala akan menjadi sebuah catatan diariku pribadi. Sebelumnya aku telah menulis review 4 bulan berada di Teknik Elektro Trisakti yang berjudul "Balada Mahasiswa Baru".


Universitas Trisakti di Mata Dunia
Universitas Trisakti merupakan perguruan tinggi swasta terbaik 2010 versi majalah Tempo. Sementara dalam 10 besar Indonesia, Universitas Trisakti menyeruak ke urutan 7. Usakti unggul dalam program kedokteran, teknik, akuntansi, dan manajemen. Dari survei tersebut, diketahui bahwa tekun belajar bukan satu-satunya cara untuk menjadi lulusan berkualitas. Banyak perusahaan menginginkan kecakapan lain dari calon pekerja mereka.


Universitas Trisakti dicap sebagai kampus artis, orang kaya, atau anak pejabat sebelum masa reformasi. Namun setelah masa reformasi, semua itu telah hilang. Secara intern, Universitas Trisakti menjadi kampus dengan lingkungan sosial yang kondusif serta memiliki nama jual yang tinggi. Nama almamater Trisakti terbukti mampu bersaing dengan nama almamater ITB dan UI di dalam seleksi pekerjaan di berbagai perusahaan di Jakarta.

Dunia Trisakti di Mataku
Kampus reformasi. Nama itu begitu populer di kalangan masyarakat umum. Mungkin kita tak usah teralu membahas mengenai sejarah masa lampau itu.

Kampus Trisakti merupakan tempat yang pasti dalam 24 jam tidak akan pernah kosong. Selalu ada saja kegiatan di kampus tersebut. Kecuali kuliah malam, kegiatan perkuliahan sudah berhenti pada pukul 18.00. Setelah itu, merupakan jadwal kegiatan dari Unit Kegiatan Mahasiswa.

Ya, di kampus ini terus berlangsung berbagai kegiatan yang menunjang aspek kecakapan yang dibutuhkan oleh perusahaan nantinya, yaitu antara lain keaktifan berorganisasi, kemampuan berbahasa inggris, tekun belajar, update informasi, memiliki pergaulan luas, serta mampu mempelajari aplikasi komputer.

Di kampus Trisakti, ada dua tipe orang. Yaitu Mahasiswa Trisakti dan Anak Trisakti. Yang nantinya ini juga berlaku di masing-masing jurusan terutama Teknik. Mahasiswa Trisakti merupakan orang yang hanya datang ke kampus, belajar, dapat nilai, makan, terus pulang atau ke mall. Istilahnya mahasiswa kupu-kupu.

Sementara anak Trisakti adalah orang yang datang, kuliah, belajar, dapat nilai, nongkrong, dan berorganisasi. Mahasiswa Trisakti mungkin lebih pintar dalam hal ketekunan belajar namun dalam berbagai aspek kecakapan, Anak Trisakti memiliki lebih banyak kecakapan.

Lingkungan Universitas Trisakti yang berasal dari berbagai daerah dan latar belakang membuat keberagaman begitu terasa di kampus ini. Keberagaman ini semakin indah karena disini tidak ada rasisme dan tidak ada suatu kelompok satu daerah. Semua disini menjadi satu dan menunjukkan keBhineka Tunggal Ikaan bangsa kita.

Namun yang disayangkan, Universitas Trisakti seakan tenggelam dalam sebutan Kampus Reformasi. Mereka kurang melakukan berbagai hal yang bersifat menggedor dunia luar. Seperti adanya penelitian, penemuan, pengabdian masyarakat, serta hal lainnya yang bisa mengharumkan kembali nama Universitas Trisakti. Ada memang mereka melakukan sesuatu, tapi gaungnya tidak sampai terdengar masyarakat umum

Dari segi berorganisasi, Universitas Trisakti memiliki iklim politik yang benar-benar mirip dengan iklim politik negara kita. Berbagai kepentingan kelompok,dalam hal ini masing-masing jurusan atau fakultas, sangat dominan dalam dunia organisasi mahasiswa tingkat universitas seperti Kepresidenan Mahasiswa ataupun Konggres Mahasiswa. Bahkan di tingkat organisasi fakultas, kepentingan masing-masing jurusan sangat terasa.

Hal itu membuat berbagai program yang dicanangkan seperti berjalan begitu saja tanpa ada efek yang berkelanjutan. Tidak sampai ke tingkat jurusan/himpunan masing-masing. Hal ini diperparah dengan kepentingan berpolitik masing-masing himpunan yang berbeda-beda. Terkadang perkelahian antar jurusan pun terjadi karena masing-masing jurusan merasa lebih baik ataupun lebih jagoan.  Padahal seharusnya kita semua bersatu padu membangun Trisakti kita ini dan menghapus berbagai perbedaan kepentingan kita.

baca juga: Menuju Universitas Negeri Trisakti




1 Komentar untuk "Universitas Trisakti di Mataku"

  1. berharap sekali nanti bisa menjadi salah satu keluarga dari universitas trisakti
    mohon bntu doanya ya
    sekarang saya kelas XII SMK

    BalasHapus

Terima Kasih Udah Baca Artikel Blog Tyo. Silahkan berkomentar, bebas dan bertanggung jawab. Oh ya, masih banyak artikel bagus lho di blog ini, ditunggu komentar dan kunjungannya kembali