Terima Kasih Cicak, Selamat Hari Bumi

Jumat, 22 April 2011

Terima Kasih Cicak, Selamat Hari Bumi


Sedihnya hatiku ketika menuju kamar mandi lalu kujumpai seekor cicak sedang berusaha keluar dari bak mandi yang penuh dengan air. Tidak serta merta saya menolongnya, saya sempat berpikir bahwa mungkin jika cicak itu bisa berbicara, cicak akan meraung-raung meminta pertolongan. Sama halnya dengan manusia yang jika sedang dalam sumur yang dalam dan tiba-tiba tidak dapat naik, pasti akan berteriak meminta pertolongan.


Walaupun saya berusaha keras agar bisa berkomunikasi dengannya tapi tetap saja tidak bisa. Waktu 
masih kecil saya sering menjumpai hal semacam itu dan terkadang saya jadikan sebagai mainan, airnya saya aduk-aduk hingga cicaknya mabok. Setelah itu saya tertawa dan baru kini kusadari bahwa begitu kejamnyakah saya terhadap cicak-cicak yang malang itu? Ya itulah masa kecil dan kini saya tumbuh dewasa dan mampu berpikir lebih manusiawi.

Tapi malam ini saya berbangga walau hanya menolong seekor cicak. Sesaat setelah kulepaskan cicak itu terdiam beberapa detik. Saya berkhayal, mungkin saja cicak itu mengucapkan terimakasih padaku atau ucapan selamat jumpa. Setelahnya cicak itu pergi dengan segera, mungkin juga takut jika saya berubah pikiran dan menjahilinya.

Sebagai sesama makhluk hidup dan secara kedudukan manusia juga jauh lebih sempurna, maka alangkah baiknya kesempurnaan itu digunakan untuk menyempurnakan yang tidak sempurna pada makhluk hidup lainnya. Bukan malah menghakimi, mengeksploitasi, dan memperlakukan mereka semaunya saja. Bumi kita ini memang sedang sakit karena keseimbangannya yang kian terusik oleh ulah manusia yang tidak bijak. Manusia terlalu sombong dengan kemampuannya di segala hal. Sehingga merasa mampu menindas makhluk hidup lainnya yang besar jasanya tidak terhitung pada manusia.

Manusia bisa bertindak semaunya saat ini tapi secara tidak langsung dan perlahan tapi pasti mereka, makhluk hidup lainnya akan membalas perlakuan manusia. Dapat kita lihat pada beberapa kejadian alam yang manusia hebat dengan teknologi modern pun kewalahan menanganinya dan hanya mampu menangis. Mari, sebagai manusia kita bijak berpikir, bertindak dan mengolah lingkungan juga makhluk hidup di dunia ini.

Terima Kasih Cicak, Selamat Hari Bumi.

0 Komentar di "Terima Kasih Cicak, Selamat Hari Bumi"

Posting Komentar

Terima Kasih Udah Baca Artikel Blog Tyo. Silahkan berkomentar, bebas dan bertanggung jawab. Oh ya, masih banyak artikel bagus lho di blog ini, ditunggu komentar dan kunjungannya kembali