Saya Lebih Takut Senior daripada Tuhan

Jumat, 15 April 2011

Saya Lebih Takut Senior daripada Tuhan

Saat itu kami sedang berkumpul seperti biasa di tongkrongan kami di kampus. Saat itu kira-kira berjumlah 7 orang. Beberapa dari kami ada yang mengerjakan tugas atau sekedar ngobrol ngalor-ngidul. Memang, saat itu utgasnya begitu banyak dan harus dikumpulkan besok pagi.


Selagi kami asik dengan masing-masing kesibukan, berkumandanglah suara adzan maghrib. Sebuah panggilan Allah untuk umatnya. Namun, kami tidak segera beranjak menuju mushalla yang berada disebelah tongkrongan kami untuk memenuhi panggilan itu. Kami tetap melanjutkan kegiatan kami.

Soal makan, bisa ditahan dulu.
Soal haus, bisalah ditahan juga.
Soal rokok, tiada putus terus mengalir.

Tiba-tiba ada seseorang datang.
"Eh, ada yang manggil tuh?"


"Siapa?", jawab kami.


"Dipanggil Allah, lo semua disuruh ke mushalla. Sholat katanya."


"Ah, ntar aja ah. Masih banyak nih tugasnya. Ntar gak selesai. Sholat kan bisa nanti-nanti"


"Ah, ngapain sih solat. Gak bikin kaya ces."


"Astaghfirullah, ayo dong sholat dulu. Jangan lupain ibadah dong."


"Iya iya, ntar gue solat."

Tiba-tiba datang salah seorang teman kami,
"Eh, dipanggil senior tuh. Disuruh kebelakang semuanya."


"Ha? ngapain?",jawab kami.


"Ya disuruh aja kebelakang."

Kami pun bergegas memenuhi panggilan itu.Kemudian orang itu berkata,

"Lha itu senior yang manggil kok langsung gerak?"


"Justru ini yang lebih penting bos. Kalau gak cepat-cepat, ntar mereka kecewa karena kita lama banget kesananya. Bisa-bisa diomelin karena lama banget datangnya. Bisa bahaya. Kalau sholat kan hukumannya ntar-ntar waktu di akhirat, masih lama."


7 Komentar untuk "Saya Lebih Takut Senior daripada Tuhan"

  1. Itu pasti kita semua mengalami kejadiannya. :))

    BalasHapus
  2. Ha? ini benar2 jujur
    cc>seseorg yg nyuruh solat:besok blg aja di panggil senior tuh di masjid biar pada bergegas...:D

    BalasHapus
  3. hhe, ini sebenarnya refleksi dari kenyataan yang ada. Kita biasanya lebih takut pada atasan kita. terbukti dengan cepatnya kita memenuhi perintah atau panggilan si atasan dibanding memenuhi panggilan untuk beribadah. makasih sudah membaca ya :)

    BalasHapus
  4. knyataan emang kyk gtu bg hehehe

    BalasHapus
  5. realita/fakta yang sepertinya sudah menjadi hal yang biasa dan bisa dimaklumi ;)) miris

    BalasHapus

Terima Kasih Udah Baca Artikel Blog Tyo. Silahkan berkomentar, bebas dan bertanggung jawab. Oh ya, masih banyak artikel bagus lho di blog ini, ditunggu komentar dan kunjungannya kembali