PFA Award Inggris Tak Lagi Jadi Raja

Sabtu, 09 April 2011

PFA Award Inggris Tak Lagi Jadi Raja


Inggris adalah ibu dari sepak bola. Di sanalah, bola dikandung. Tetapi, Inggris justru lama sekali kehilangan manisnya bola. Sejak menjadi juara dunia di rumah sendiri pada 1966 silam, Inggris tidak pernah lagi mengecap manisnya juara. Manisnya bola itu berkelana ke mana-mana, seakan tidak pernah lagi mau kembali ke pelukan ibundanya.


Situasi itu juga terjadi di kompetisi sepak bola Inggris, English Premier League (EPL). EPL diyakini sebagai liga terbaik di Eropa. Di sanalah ‘surga’ sepak bola. Tetapi, pemain-pemain Inggris justru tidak bisa menjadi penghuni surga itu. Mereka gagal menjadi tuan di rumah sendiri.

Kegagalan pemain Inggris menjadi tuan di negerinya sendiri itu terlihat jelas dalam pengumuman nominasi PFA (Profesional Footballer’s Association) Player of the Year award alias pemain terbaik EPL tahun ini versi asosiasi pesepak bola profesional. Dari tujuh nama kandidat yang diumumkan, Sabtu (9/4), hanya ada satu nama pemain asli Inggris, yakni gelandang yang juga kapten tim West Ham United, Scott Parker. Ironisnya, nama Wayne Rooney yang berstatus pemenang “award” ini tahun lalu, tahun ini tidak masuk kandidat.
1302348897877706318
wayne rooney, gagal menjadi tuan di negeri sendiri
Enam nama lainnya adalah pemain non-Inggris yakni Gareth Bale (Wales), Samir Nasri (Prancis), Carlos Tevez (Argentina), Rafael van der Vaart (Tottenham), Nemanja Vidic (Serbia), Charlie Adam (Skotlandia). Dan dibanding enam kandidat lainnya, peluang Scott Parker untuk menang terbilang tipis. Nama Bale dan Nasri serta Tevez disebut-sebut paling punya peluang menjadi pemenang.

“Tahun lalu Rooney bermain sangat luar biasa. Tetapi tahun ini, ada banyak pesaing yang bermain sangat bagus,” ujar Gordon Taylor, Chief Executive PFA, dalam wawancara kepada pers Inggris.
Dari tujuh daftar nominasi itu, juga sama sekali tidak ada pemain Chelsea dan Liverpool yang selama ini menjadi ‘pelanggan tetap’ penyetor nama kandidat. Meski, Taylor menyebut award tahun ini justru lebih menarik. “Tidak ada favorit utama, jadi tahun ini akan sangat menarik untuk melihat siapa pemenangnya. Ini akan sangat kompetitif,” sambung Taylor.

Untuk kategori Young Player of the Year alias pemain muda terbaik tahun ini, pemenang tahun lalu yang juga asli Inggris, James Milner juga tidak masuk nominasi. Tetapi, di kategori ini, Inggris punya peluang berjaya dengan diwakili bintang muda Arsenal, Jack Wilshere dan kiper Manchester City yang juga kiper utama Timnas Inggris, Joe Hart.
1302348946807089581
jack wilshere; bisa menjadi pemain muda terbaik EPL tahun ini/getty images
Lima kandidat lainnya adalah dua pemain MU, Nani (Portugal) dan Javier Hernandez (Meksiko), gelandang Everton Seamus Coleman (Irlandia) juga Bale dan Nasri yang masuk nominasi di dua kategori.(*)

Daftar kandidat pemain terbaik EPL tahun ini :
1.Gareth Bale (Tottenham/Wales; 7 gol)
2.Samir Nasri (Arsenal/Prancis; 9 gol)
3.Carlos Tevez (Manch City/Argentina; 19 gol)
4.Rafael van der Vaart (Tottenham/Belanda; 10 gol)
5.Nemanja Vidic (MU/Serbia; 4 gol)
6.Scott Parker (West Ham/Inggris; 5 gol)
7.Charlie Adam (Skotlandia/Blackpool; 9 gol

0 Komentar di "PFA Award Inggris Tak Lagi Jadi Raja"

Posting Komentar

Terima Kasih Udah Baca Artikel Blog Tyo. Silahkan berkomentar, bebas dan bertanggung jawab. Oh ya, masih banyak artikel bagus lho di blog ini, ditunggu komentar dan kunjungannya kembali