Islam Terpojok, Kemana Umat Islam?

Rizki Prasetyo | 20.44 | 0 comments


Islam di Indonesia selalu  terpojok  dan  tersudut di tengah gegap gempita pemberitaan  sedangkan umatnya belum  mampu memberikan perlawanan  yang berarti .paling-paling tokoh-tokoh islam hanya mampu memberikan klarifikasi bahwa kelompok atau ” geng ” yang membawa-bawa  nama islam sebagai dasar perjuanganya belum tentu islam yang sebenarnya.

I
slam tetaplah islam,  hanya ada satu islam, hingga saat ini umat islam belum memiliki kesepakatan islam dari kelompok manakah yang paling berhak memimpin umat islam Indonesia.Sepanjang sejarah belum pernah umat islam Indonesia berada dalam satu shaf.

Betul,dulu umat islam negeri ini pernah bersatu dalam barisan ( partai ) masyumi tapi persatuan dan bulan madu itu tidak berlangsung lama hanya karena tidak sefaham dalam pembagian kue kekuasaan perpisahan tidak dapat di hindari.

Bagaimana dengan saat ini, apakah umat indonesia bersatu dalam melawan segala bentuk sistematis yang memojokan agama yang mulia ini ?

Saya merindukan umat islam kompak dalam menahan gempuran media yang cenderung menjadikan islam sebagai kambing hitam tapi apa yang kita  saksikan saat ini jauh api dari panggang.Umat islam tanah air sepertinya gagap dan ragu di dalam menyikapi isu-isu kekinian yang menyangkut islam.

Saya ambil contoh tentang NII , mengapa kita begitu yakin bahwa NII yang di beritakan di media memang seperti itu ? sepanjang pengetahuan  saya  NII memang pernah ada. NII yang asli itu  murni   sebuah gerakan yang bercita-cita menjadikan negeri ini sebagai negara islam bukan NII yang  tipu sana tipu sini.
Pemberitaan tentang NII yang berat sebelah tentu saja membuat para mujahid yang betul-betul bersungguh-sungguh berjuang menjadi kena getahnya .Mereka yang memang berjuang demi tegaknya kebenaran Islam saat ini menjadi pihak-pihak yang di curigai.

Dari dulu sampai sekarang akan selalu ada pihak-pihak yang tidak mau islam berkembang pesat dengan segala daya upaya mereka terus membuat makar agar islam menjadi asing dimata pemeluknya sendiri.Jika mereka bebas bergerak mengapa umat islam tidak bergerak sistematis untuk melawan mereka   ?

Kelemahan  mendasar kita sebagai umat islam adalah ketidakmauan kita untuk berada dalam satu barisan ,OK,lah kita memang berbeda baju dan organisasi tapi itu semua seharusnya tidak membuat kita seperti buih di lautan.Begitu mudahnya umat islam di goyang membuat musuh-musuh  islam semakin berani.

Kelemahan berikutnya belum ada pemimpin islam yang mampu menjadi lem bagi begitu banyak organisasi dan ormas islam. Belum adanya pemimpin islam yang mampu di terima oleh kelompok ” garis keras ” atau pun kelompok ” garis lembut ” membuat masing-masing kelompok berjalan sendiri-sendiri.

Kita memang punya ICMI yang katanya berisi kumpulan manusia terdidik islam.  umat islam indonesia  patut bangga punya  NU yang merupakan  organisasi islam terbesar di dunia. Para alim ulama Indonesia pun punya wadah  MUI  tapi  entah mengapa sampai saat ini kita masih tergopoh-gopoh dalam bersikap ketika ada berita yang memojokan islam ?

Ketika beberapa cendikiawan islam tampil menyatakan sikapnya dalam kasus NII misalnya, harus di akui tidak semua umat islam indonesia sepakat dengan kelompok cendikiawan tersebut.Sekali lagi musuh-musuh islam begitu rapi dalam bersiasat mengapa umat islam menghadapinya dengan perbekalan seadanya

Cukupkah  hanya dengan memberikan klarifikasi lantas itu bubar dan kembali asyik dengan ” proyek masing-masing ” ?

Melihat sikap  umat islam yang tidak pernah mau bersatu ini membuat saya teringat dengan sejarah awal umat islam.harus di akui sejarah itu begitu kelam di mana beberapa sahabat terkemuka berselisih pendapat sehingga menimbulkan perang antar sahabat ?

Apakah umat islam memang di takdirkan untuk tidak pernah dapat bersatu ? sedangkan upaya memojokan islam selalu datang bagai gelombang.Saat ini siapa saja umat islam yang berjenggot apalagi berjubah akan selalu di curigai celakanya  yang mencurigai adalah saudara seakidah sendiri.
Bukankah ini adalah keberhasilan musuh-musuh islam dalam membentuk opini umat islam Indonesia ?

sumber: kompas.com

Category : ,

About Blogtyo.com :
Rizki Prasetyo Hutomo seseorang yang cinta sepakbola, namun tidak bisa bermain bola. Biasa dipanggil Rizki atau Tyo. Biasa menulis di kala senggang, tulisannya telah masuk dalam proyek nulisbuku.com

0 comments

Terima Kasih Udah Baca Artikel Blog Tyo. Silahkan berkomentar, bebas dan bertanggung jawab. Oh ya, masih banyak artikel bagus lho di blog ini, ditunggu komentar dan kunjungannya kembali