Bagaimana Sistem Pendidikan Kita

Selasa, 01 Maret 2011

Bagaimana Sistem Pendidikan Kita

Pendidikan merupakan hal yang penting untuk kemajuan suatu bangsa. Karena dengan pendidikan, bangsa ini tidak bisa dijajah oleh bangsa lain. Menjajah disini maksudnya ialah kita tidak bisa didoktrin begitu saja oleh bangsa lain. Karena kita bisa menyaring segala sesuatunya dengan ilmu yang kita miliki.

Pendidikan memiliki jenjang-jenjang. Baik itu dari tingkat playgroup sampai dengan tingkat kuliah. Tapi sepertinya ada yang salah dengan sistem pendidikan kita. Aku sebenarnya telah menyadarinya setelah sekian lama. Pasti kamu semua pernah mengalami ini kan?
Di malam hari kamu biasanya disuruh belajar oleh orang tua kamu. Kemudian kamu masuk ke kamar, lalu duduk di meja belajar, kemudian kamu buka buku dan akhirnya, amu melamun saja. ya, karena kamu sebenarnya malas untuk belajar. Terkadang kamu memegang pulpen untuk sekedar menegaskan kalau kamu memang belajar jikalau tiba-tiba orang tuamu masuk ke kamar. Kamu pasti pernah kan melakukan ini ?hhe, ngaku aja deh..

Pendidikan kita ini, lebih berorientasi kepada hasil akhir. Pendidikan kita hanya menilai segala sesuatu dari nilai hasil ujian. Yang membuat kita hanya mengejar nilai saja. Tanpa memahami apa sebenarnya ilmu yang kita pelajari. Terkadang kita pun bingung, akan dipakai untuk apa ilmu yang kita pelajari selama ini. Ini terjadi karena kita lebih banyak materi daripada melakukan simulasi atau praktek.

Sebenarnya Kemendiknas terus berusaha menyempurnakan sistem pendidikan kita. Tapi yang disayangkan, siswa-siswa seperti dijadikan kelinci percobaan karena terus dilakukan perubahan. Contoh terdekatnya mungkin adalah bagaimana pelajaran-pelajaran yang masuk UN selalu berubah tiap tahunnya.

Permasalahannya bukan terletak kepada perubahan isi setiap mata pelajaran, dan juga bukan pada perubahan metode pengajaran di kelas, tetapi harus memuat perubahan sistem pendidikan di sekolah.

Konsep kurikulum pada umumnya adalah mengotak-atik mata pelajaran dalam kurikulum, mengubah dan memperbaiki tujuan dan menambahkan atau mengurangi muatan belajar. Tindakan seperti ini bukannya salah, tetapi bagian terpenting dari sebuah pendidikan adalah bukan pada isinya yang banyak, tetapi pendekatan cara mendidik

Rencana Pendidikan di Sekolah di Jepang cukup menarik. Isinya bukan saja mengenai kegiatan intra kurikular tetapi juga ekstra kurikular. Yang dimaksud dengan kegiatan ekstra kurikular bukan saja berupa klub (bukatsudou), tetapi seharusnya dikembangkan berdasarkan rundingan guru, kepala sekolah, orang tua dengan mempertimbangkan kemampuan anak dan kondisi lingkungan/daerah di mana dia berada.

Dengan kata lain, nafas pendidikan yang mesti dibawakan oleh gakusyuushidouyouryou, yang artinya kurikulum standar yang harus dimiliki sekolah, bukanlah perkara yang memaksa guru atau menyengsarakan guru (karena ketidakjelasannya) dalam mengembangkan materi yang dia ajarkan. Akan tetapi gakusyuushidouyouryou harus mengajak komponen sekolah untuk membicarakan bagaimana pendidikan di sekolah seharusnya dikembangkan berdasarkan standar minimal yang ditetapkan pemerintah.

Jika ada seorang guru berhasil mengembangkan materi pelajarannya, mengembangkan metode baru dan selesai dengan cepat menyusun silabus pengajaran, itu bukanlah sebuah kemajuan bagi pendidikan di sekolah. Tetapi yang terpenting adalah menjadikan keberhasilan itu menjadi bukan milik pribadi, tetapi dimiliki oleh semua guru dan aparat sekolah.

Gakusyuushidouyouryou harus diterjemahkan bersama dalam pembicaraan intens antara guru, kepala sekolah dan sesekali melibatkan orang tua. Hasil penggodokannya akan berupa implementasi program pendidikan anak di sekolah.

Dengan landasan berfikir seperti ini, maka pendidikan tidak lagi sekedar merupakan jiplakan apa yang tertera dalam kurikulum, tetapi pendidikan di sekolah merupakan pengembangan standar minimal yang dituliskan di dalam gakusyuushidouyouryou menjadi sebuah kegiatan/program yang berorientasi kesiswaan.

Untuk keperluan tersebut, tidak cukup jika hanya guru yang bergerak, atau kepala sekolah yang menggerakkan. Tetapi perlu kerelaan hati untuk duduk membincangkannya dengan membawakan data akurat tentang siswa, potensi sekolah(guru), orang tua, dan masyarakat (lingkungan).

0 Komentar di "Bagaimana Sistem Pendidikan Kita"

Posting Komentar

Terima Kasih Udah Baca Artikel Blog Tyo. Silahkan berkomentar, bebas dan bertanggung jawab. Oh ya, masih banyak artikel bagus lho di blog ini, ditunggu komentar dan kunjungannya kembali