Untuk Apa Menulis

Rabu, 23 Maret 2011

Untuk Apa Menulis



Mungkin ketika kita menulis semua mengalir begitu saja, tanpa pretensi hanya sekedar mengeluarkan aspirasi buah dari inspirasi, tapi kadangkala kita berusaha menulis sesuatu dengan pretensi agar dapat dipahami dan diapresiasi. Itu semua sah-sah saja. Tapi memang berbeda kalau menulis di blog terbuka, ada kecendrungan untuk berbagi dan melalui tulisan menjaring koneksi.


Ketika anda menulis dan berpikir dengan berharap agar orang lain mengerti apa yang anda pikirkan/ tuangkan dalam tulisan, maka saat itulah anda sudah terperangkap pada keinginan orang lain (ini hanya pendapat pribadi), padahal seharusnya dengan pikiranlah kita berusaha untuk menyeret orang lain dalam pemikiran kita, kalau mereka suka pada apa yang kita pikirkan, semata-mata bukan karena kita sudah memenuhi selera mereka, tapi karena mereka mengerti apa yang kita ingin sampaikan.

“Jika anda bertindak karena mengharapkan tepuk tangan, anda lebih baik main sirkus untuk anak-anak” (Goenawan Moehammad)

Apa yang dikatakan Goenawan Moehammad (gm) cukup mengandung kebenaran, lakukan saja apa yang ingin kita lakukan seperti apa yang kita pikirkan, bukan seperti apa yang orang lain inginkan, saat itulah anda mempunyai kemerdekaan.

Sering kita terjebak pada keinginan-keinginan orang lain, dan berusaha untuk memenuhi keinginan orang lain dengan mengorbankan keinginan sendiri, menulis apa yang disukai orang lain, bukan berusaha mempengaruhi orang lain melalui gagasan yang dituang dalam tulisan, sepintas terlihat bijak dan tidak egois, tapi itulah awalnya kita melepaskan kemerdekaan berpikir hanya untuk memenuhi keinginan orang lain.

Tidak selalu yang yang kita tuangkan harus dipahami dan diapresiasi orang lain, tapi kalau dapat dipahami dan diapresiasi lebih disebabkan adanya kesetaraan berpikir dan pemahaman, bukan karena upaya pemenuhan keinginan.

“Seorang pemikir tidak akan membiarkan pikirannya terseret pada keinginan orang lain, dan menjajakan pikirannya hanya untuk memenuhi selera orang banyak”

Bisa jadi pendapat ini salah, jika kita sudah memposisikan diri, bahwa menulis untuk memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Dan tentunya Anda juga mempunyai pendapat yang lain, yang sangat mungkin bisa dishare disini untuk berbagi.

2 Komentar untuk "Untuk Apa Menulis"

  1. Menurut saya , menulis itu untuk kepuasan batin
    karena tidak semua orang mau mendengar suara ,
    terkadang seseorang lebih memahami foto / tulisan daripada suara
    ataukah karena pelafalan / nada / intonasi yang kurang tepat
    Mari menulis :D

    BalasHapus
  2. Betul sekali. Masing-masing orang memiliki cara berkomunikasi dan menyampaikan opininya.

    simak paragraf ini, "Ketika anda menulis dan berpikir dengan berharap agar orang lain mengerti apa yang anda pikirkan/ tuangkan dalam tulisan, maka saat itulah anda sudah terperangkap pada keinginan orang lain (ini hanya pendapat pribadi), padahal seharusnya dengan pikiranlah kita berusaha untuk menyeret orang lain dalam pemikiran kita, kalau mereka suka pada apa yang kita pikirkan, semata-mata bukan karena kita sudah memenuhi selera mereka, tapi karena mereka mengerti apa yang kita ingin sampaikan."

    buatlah orang memahami apa maksud yang kita tulis. :)
    selamat berkarya :)

    BalasHapus

Terima Kasih Udah Baca Artikel Blog Tyo. Silahkan berkomentar, bebas dan bertanggung jawab. Oh ya, masih banyak artikel bagus lho di blog ini, ditunggu komentar dan kunjungannya kembali