Irfan Bachdim dan Nomor 17

Sabtu, 05 Maret 2011

Irfan Bachdim dan Nomor 17

Awal desember 2010 lalu kita dikejutkan oleh kehadiran seorang pemuda blasteran yang bermain di timnas senior Indonesia. Irfan Bachdim, itulah dia. Pemain keturunan Belanda yang bewarganegara Indonesia ini tampil sebagai pemain inti di AFF Cup kala itu.

Kita semakin dikejutkan ternyata selain memiliki tampang yang sangat oke, dia juga memiliki permainan sepakbola yang ciamik. Kontan saja, kita terutama kaum hawa langsung tergila-gila kepadanya. Ya, pemain debutan timnas dengan nomor 17 di punggung tiba-tiba menjadi seorang idola publik.


Kini, dia bermain di Persema. Tentu saja, ia dilarang bermain di timnas karena Persema mengikuti LPI yang merupakan liga ilegal. Namun, sepertinya kita semua merindukan kehadiran si nomor 17 itu. Nomor 17, nomor yang menurut para penjual jersey timnas sebagai nomor yang menguntungkan. Bila kita lihat, para penjual jersey timnas pasti mempunya banyak stok jersey yang bernomor 17 dengan nama Irfan di atasnya. Hal ini lumrah, karena memang jersey dengan nomor inilah yang banyak dicari orang-orang.Satu keuntungan finansial yang diberikan Irfan Bachdim kepada penjual jersey.

We Miss You Boy
Tentu, lepas dari pro kontra masyarakat. Kita patut berterima kasih kepada si nomor 17 ini. Berkat kehadiran dia, euforia sepakbola Indonesia menjadi tinggi kembali. Ia menjadi sebuah pelepas dahaga penikmat sepakbola indonesia yang menginginkan pemain yang muda, mumpuni skillnya, dan rupawan. Dia juga yang menjadi pemikat kaum hawa untuk mengandrungi sepakbola indonesia. Terima kasih Irfan Bachdim, aku pribadi merindukanmu di timnas dan tentu saja di Liga Super Indonesia.

2 Komentar untuk "Irfan Bachdim dan Nomor 17"

  1. "aku pribadi merindukanmu di timnas dan tentu saja di Liga Super Indonesia." wah pendukung Nurdin Halid nih...

    BalasHapus
  2. hhaha, ya gaklah. Nurdin ya Nurdin. Timnas ya timnas. Bukan satu kesatuan. Tanpa Nurdin timnas juga tetap ada.hhe

    BalasHapus

Terima Kasih Udah Baca Artikel Blog Tyo. Silahkan berkomentar, bebas dan bertanggung jawab. Oh ya, masih banyak artikel bagus lho di blog ini, ditunggu komentar dan kunjungannya kembali