Beri Aku Senyuman

Rabu, 23 Maret 2011

Beri Aku Senyuman

Malam itu aku dan kedua seniorku pergi makan malam di salah satu warung di dekat kampusku. Kami asyik mengobrol kesana-kemari sampai ada dua orang pengamen. Yang satu bernyanyi, yang satunya memainkan gitar. Ya, actually they don't have good voice.hhe

Selesai memainkan 3 lagu, si penyanyi ini mengitari meja-meja di warung itu untuk meminta sumbangan. Ternyata tidak ada satupun yang memberi, termasuk kami. Kemudian ia berbalik dan pergi ke temannya yang satu lagi. Ia memberi kode bahwa mereka tidak mendapatkan sepeserpun uang. Si temannya ini hanya tertawa miris seakan kecewa tidak mendapatkan apapun dari kami semua.


Aku lalu menceritakan apa yang kulihat kepada kedua seniorku. Tiba-tiba salah satu seniorku bercerita tentang pengalaman dia soal pengamen. Begini ceritanya.

Waktu itu gue lagi di bus mau balik ke rumah. Terus ada seorang pengamen masuk. Sebelum ia bernyanyi, ia mengatakan kalau dia tidak terlalu mengharapkan uang, yang penting adalah beri dia senyuman. Dia lalu mulai bernyanyi, setelah selesai dia nyamperin satu-satu penumpang di bus. Waktu giliran gue, gue gak ngasih tapi gue sambil senyum gitu ngomongnya. Tiba-tiba pengamen itu ngomong,"Makasih ya senyumannya mas. Saya tidak apa-apa tidak mendapatkan uang asalkan ada yang tersenyum saya sudah senang.


Dari cerita diatas, kita bisa mengetahui betapa berharganya sebenarnya sebuah senyuman itu. Kita sering lupa memberikan senyuman saat kita menolak sesuatu ataupun mengucapkan sesuatu. Senyuman adalah sebuah senjata ampuh dalam memecahkan kebekuan diantara orang-orang. Ya tersenyumlah dan berilah aku senyuman, karena memang senyumanmu yang terindah.

0 Komentar di "Beri Aku Senyuman"

Posting Komentar

Terima Kasih Udah Baca Artikel Blog Tyo. Silahkan berkomentar, bebas dan bertanggung jawab. Oh ya, masih banyak artikel bagus lho di blog ini, ditunggu komentar dan kunjungannya kembali