Arsenal, Bermimpilah lagi

Selasa, 01 Maret 2011

Arsenal, Bermimpilah lagi

https://lh6.googleusercontent.com/_YwAkax4CMSg/TWtAqwaP6gI/AAAAAAAAAfU/B_A_dWbjn1o/1reallyon.jpg
Birmingham membuat lini depan Arsenal tumpul, mereka akhirnya mengambil peluang untuk membuat kejutan besar di finalCarling Cup.


Alec McLeish memilih formasi padat ditengah, mereka menerapkan formasi 4-5-1 dari awal, meski kerap memakai 4-4-2 di liga baru-baru ini. Keith Fahey berada di sebelah kiri, Sebastian Larsson di sebelah kanan, dengan Nikola Zigic saja dimuka.

Dengan absennya Theo Walcott dan Cesc Fabregas, keputusan Arsene Wenger adalah memilih diantara antara Tomas Rosicky dan Nicklas Bendtner. Dia memilih Rosicky untuk bermain di tengah, dengan Samir Nasri pindah ke kanan.


Banyak mengira permainan ini akan mudah untuk Arsenal, tetapi ternyata tidak, 2 gol yang mengindikasikan kelemahan Arsenal musim ini (lewat ketegangan lini belakang dalam mengambil bola alias blunder dan kalah adu tinggi di belakang) membuat mereka harus bermimpi lagi untuk meraih Piala.
https://lh6.googleusercontent.com/_YwAkax4CMSg/TWtArpIYYrI/AAAAAAAAAfc/MH7UIEPX_UI/37D4O.jpg
Starting Line Up

Di sisi lain, ini adalah kesempatan langka Birmingham, ya… Selain Arsenal, ternyata Birmingham juga lapar gelar dan menginginkan Piala Carling, sehingga mereka bermain terbuka di babak pertama. Mereka sejak awal menguasai bola selama mungkin, berani berduel dan bersaing di lini tengah dan menjaga erat-erat permainan.

Penggunaan tiga gelandang tengah mengindikasikan mereka tidak kalah jumlah di tengah lapangan, dan di zona tengah inilah merupakan sisi McLeish’s melakukan pekerjaan terbaik mereka musim ini.

Di atas kertas Barry Ferguson merupakan pemain yang paling belakang dari tiga gelandang, dia bertugas menjaga Rosicky. Di depannya, Lee Bowyer dan Craig Gardner bermain bebas dan secara bergantian berduel terbuka dengan Alex Song dan Jack Wilshere.

Dalam uraian kertas kadangkala memang berbeda dengan aslinya, karena lini tengah Arsenal sering berganti-ganti posisi, dengan Rosicky kadang-kadang ditempat Song dan Wilshere mengambil alih serangan untuk maju. Trio lini tengah Birmingham nampaknya juga senang untuk melakukan hal yang sama, kadang Garnder menjadi gelandang terdalam, kadang-kadang Bowyer juga lakukan itu. Intinya permutasi dari para gelandang membuat permainan menjadi seru karena mereka cepat sekali melakukan pergerakan tanpa disertai bola

Berikan Ruang Sempit
Selain permutasi gelandang, ternyata pemain sayap Birmingham bermain sangat sempit mereka kerap berada di tengah lapangan, keadaan ini berarti mereka sering terlihat seolah-olah mereka menggunakan lima gelandang tengah.

Dengan sudut sempit, Birmingham memaksa Arsenal ke tidak bermain secara cepat seperti biasanya. Dan ini tentu saja bukan tipikal anak buah Wenger. Arsenal tidak menemukan cara mereka bermain, Bek Sayap  Arsenal dipaksa menyempit ketika keluar dan menusuk permainan

Taktik Birmingham ini secara dini mampu menghentikan Arsenal. Namun untuk urusan gol, mereka mendapatkannya bukan karena strategi, Gol terjadi karena kebiasaan Arsenal yang kerap kalah dalam bola tinggi. Dan itu terjadi selama 2 kali. Dan hanya dibalas oleh kerjasama bagus Arshavin dan Van Persie

Arsenal ceroboh
Di babak pertama Arsenal tidak bisa menyerang dengan mudah. Rosicky terlalu tenang (efek lama tidak bermain di pertandingan ketat), dan dia gagal untuk menyediakan link antara lini tengah dan depan. Kinerjanya memang buruk (terlepas dari banyaknya pemain Birmingham di tengah lapangan) yaitu ketika para pemain Arsenal serentak menyerang dan mengubah formasi menjadi  4-2-1-3, disitulah Rosicky seperti bingung dan dia nampaknya punya masalah untuk mengalirkan bola kedepan.

Selain Rosicky nampaknya tak satu pun dari 4 pemain penyerang Arsenal yang memiliki permainan yang sangat baik secara individual. Wilshere mungkin pemain yang menonjol di babak pertama. Gol tendangan equalizer dari Robin van Persie adalah sebuah ide bagus karena dia memang sedang menanjak, dan itu menjadi 1-1 di babak kedua.

Babak Kedua
Pola umum permainan seperti di babak pertama berlanjut di babak kedua, meskipun Arsenal terlihat maju lini untuk bertahan untuk membuat Zigic menjauh dari kotak penalti sesering mungkin.

McLeish menunjukkan lebih niatnya untuk mendapatkan gol, Dia memasukkan Jean Beausejour untuk Craig Gardner, Oleh pelatih posisi Gardner digantikan oleh Fahey. Sedangkan Jean Beausejou bermain sedikit lebih lebar dalam serangan, walaupun itu sulit untuk mengingat Beausejour sangat bagus jika menguasai dan mendelay permainan.

Arsenal secara bertahap mulai baik dalam bermain, mereka kembali kepada pakem untuk mencetak gol, memaksa Ben Foster bekerja sedikit keras. Rosicky dan Nasri terlibat baik dalam setiap serangan dan lebih menonjol daripada babak pertama, dan kedua tampak lebih menikmati permainan. Dan menjadikan Arsenal lebih baik, mereka terus memgang bola lebih lama. Namun mereka kurang dibarengi dengan fakta tidak ada keberuntungan dalam mencetak gol

Perubahan
Substitusi itu penting, Wenger menggantikan van Persie, yang nampak terluka usai mencetak gol dan tampaknya  menjadi kartu mati setiap serangan, dan Wenger memasukkan Nicklas Bendtner.
Segera setelah itu, Arshavin membuat jalan masuk untuk Marouane Chamakh. Perubahan ini membuat Arsenal kurang nyaman pada bola, Bendtner dan Chamakh bukanlah pemain yang suka memanfaatkan keadaan dengan membawa bola seperti van Persie dan Arshavin, dan Arsenal menjadi kurang mengancam.
Tahu lawannya kesulitan, McLeish yakin bahwa dia bisa memasukkan striker lain. Fahey dihapus, dan Obafemi Martins masuk untuk mengisi lini depan.
Cara Arsenal bertahan, membuat satu kesalahan dimana Laurent Kosicelny dan Szczesny saling menyalahkan untuk gol lawan. Sebuah malam untuk Birmingham

Kesimpulan
Taktik McLeish di tengah lapangan dengan membawa banyak orang bekerja dengan baik untuk mayoritas permainan. Statistik menunjukkan bahwa Arsenal sebenarnya memiliki penguasaan bola lebih banyak, dan lebih banyak pula dalam melakukan tembakan, akan tetapi itu keadaan itu sebenarnya sudah bisa diduga, dan akan tetap terjadi meski Birmingham menerapkan apapun taktiknya
Perbedaan kelas antara kedua belah pihak di atas kertas menjadi kecil karena Birmingham punya kelas untuk bermain ngotot.

Adu strategi memang ada, namun keberuntungan nampaknya ada di pihak Birmingham karena 2 gol mereka bukanlah hasil dari strateginya.

Tulisan ini khusus buat temenk yang seorang gooner--> Risti

0 Komentar di "Arsenal, Bermimpilah lagi"

Posting Komentar

Terima Kasih Udah Baca Artikel Blog Tyo. Silahkan berkomentar, bebas dan bertanggung jawab. Oh ya, masih banyak artikel bagus lho di blog ini, ditunggu komentar dan kunjungannya kembali