Menulis, antara id, ego, dan superego

Senin, 28 Februari 2011

Menulis, antara id, ego, dan superego

12988379441933309488
Ilustrasi/Admin (Shutterstock)
Perilaku manusia banyak dipengaruhi oleh stimulus sebagai rangsangan rangsangan yang di dominasi oleh pikiran alam bawah sadarnya (Unconscius mind)  daripada alam sadarnya (Conscius mind), yang melatar belakangi keadaan sedemikian diakibatkan faktor faktor yang  menjadi pemicu alam bawah sadar lebih kuat untuk hadir dan berdialog dalam tiap individu tersebut.
Secara tidak disadari dalam kesehariannya refleksi penggambaran masa lampau selalu hadir, dan sejalan dengan keadaan yang terjadi pada saat faktor histori masa lampau itu berdialog dalam alam bawah sadarnya, sehingga melahirkan pemikiran baru yang sederhana untuk dilakukan pada saat kejadian itu berlangsung.
Sederhananya, seseorang akan mengetahui rasa lapar dan akan segera makan untuk mengakhiri rasa lapar tersebut, hal sedemikian didasari oleh faktor masa lalu yang mengetahui sebab akibat dan di apliaksikan dalam sikapnya saat itu juga.

Sedemikian kuatnya alam bawah sadar mempengaruhi kehidupan manusia juga ditemukan dalam sebuah pembuatan karya tulis, dimana memang semuanya berawal dari histori dan perenungan sebelumnya yang kemudian di alih bahasakan dalam sebuah karya tulis.
Dalam hal ini, alam bawah sadar memiliki tiga sekatan yaitu id, ego dan superego, dimana id ialah di ibaratkan sebagai raja atau ratu, ego sebagai perdana mentri dan superego sebagai pendeta tertinggi (Albertine Minderop,  2010:21)
Id sebagai penguasa tertinggi dalam diri manusia tersebut, dengan hasrat yang kuat untuk memenuhi segala kebutuhannya yang mendasar, prinsip dasar id ini berhubungan dengan prinsip prinsip kesenangan yang lalu mencari kenikmatan dan kepuasan, namun mengabaikan dan selalu menghindari kesulitan, dengan kata lain id ini memprioritaskan pelampiasan nafsu dan kesenangannya belaka.
Perlu di bayangkan ketika id ini di aplikasikan dalam sebuah karya tulis, tentu tulisan yang dihasilkan adalah jenis yang membuming, sensasional dan menyita perhatian publik dengan judul judul yang kontras serta isi tulisan yang ekstra ekstrim.
Untuk mengimbangi  keadaan tersebut, maka peran ego sebagai penyearah sangatlah penting, dimana segala sesuatu yang sifatnya akan mabawa dampak buruk tidak dilakukan, dalam karya tulis misalnya, tentu tulisan yang akan membawa dampak buruk bagi dirinya dan orang lain akan segera dihindari,  baik itu pribadi maupun golongan manapun.
Selanjutnya kehadiran superego menjadi penengah diantara id dan ego tersebut, sehingga tentu dalam hal karya tulis tidak selalu diprioritaskan menjadi tulisan tulisan yang adem ayem saja, karna melalui superego ini akan di pilah pilah mana yang perlu diungkapkan, dalam artian, ketika sesuatu meskipun akan menjadi kontroversi akan terus saja dilakukan, dengan pertimbangan kebutuhan publik, pengungkapan kebenaran dan pertimbangan lain yang sifatnya akan sebijak mungkin, sehingga  manakala ada yang harus di pertaruhkan sekalipun akan dilakukan.
Superego sebagai penengah disini di ibaratkan sebagai nurani atau atau pemikiran pemikiran mendalam, dari pencarian sesuatu yang sifatnya megarah pada rasa manusiawi yang lebih di utamakan, sebagai contoh (dalam kontek sebuah karya tulis) penulis akan mengungkapkan siapa koruptor yang selama ini dianggap sebagai dewa penyelamat, dan disadari sepenuhnya oleh penulis bahwa itu akan membuat penulis terancam dan  membuat kontroversi yang membawa pro kontra di dalamnya, namun hal itupun dilakukan (menulis) karena jika di biarkan akan merugikan semua pihak.
Secara keseluruhan dari ketiga pertimbangan sekatan id, ego dan superego dalam sebuah tulisan adalah, sebuah penulisan yang didasari   hati nurani penulisnya, yang merujuk pada manfaat dan kepentingan yang diperlukan penulis dan pembaca serta masyarakat luas pada umumnya, sehingga baik itu mengundang pro kontra ataupun kontroversi bukanlah menjadi  batasan yang utama, selama sebelumnya telah di pertimbangkan dengan sungguh sungguh oleh penulis tersebut.
Demikianlah semoga tulisan ini membawa kita  selalu menulis dalam sekatan superego yang tentunya tidak pula melepaskan id dan ego, sehingga baik buruknya dampak yang akan di hasilkan (dalam kontek karya tulis) memang menjadi salah satu tanggung jawab yang telah di pertimbangkan sebelumnya.

sumber : kompasiana

0 Komentar di "Menulis, antara id, ego, dan superego"

Posting Komentar

Terima Kasih Udah Baca Artikel Blog Tyo. Silahkan berkomentar, bebas dan bertanggung jawab. Oh ya, masih banyak artikel bagus lho di blog ini, ditunggu komentar dan kunjungannya kembali