Aremania : Bukan Sekedar Suporter

Selasa, 25 Januari 2011

Aremania : Bukan Sekedar Suporter






Aremania, siapa penikmat sepakbola Indonesia yang tidak mengenalnya. Kelompok suporter Arema ini pernah mendapatkan penghargaan suporter terbaik Indonesia di tahun 2000 dan di tahun 2006. Anehnya, yang saya ketahui hanya Aremania saja yang pernah mendapat penghargaan ini, kalau salah mohon dikoreksi.

Dengan mottonya "Tidak Kemana-mana, tapi Dimana-mana", Aremania memang menjelma menjadi sekelompok suporter yang selalu ada dimanapun Arema berlaga. Apalagi ketika Arema bermain di kandang sendiri, pasti mereka memenuhi stadionnya. Tapi ya, Aremania pernah menguasai hampir seluruh stadion, padahal kala itu Arema bermain tandang.haha.. aneh tapi nyata. Aremania, merupakan pencetus suporter bola yang bernyanyi diiringi dengan koreografi. Ini lah yang menyebabkan Aremania begitu disegani oleh kalangan suporter di Indonesia

Aremania juga sering mendapat pujian dari para tamu yang hadir di Kanjuruhan, kandang tim Arema. Salah satunya berasal dari ibu negara, Ibu Ani yang katanya selama pertandingan lebih terfokus kepada Aremanianya daripada pemain Aremanya.hhe.. Presiden SBY pun pernah menyaksikan secara langsung tim Arema bermain, dan itu menjadi yang pertama kali di ISL seorang presiden menonton langsung pertandingan sepakbola. Biasanya presiden hanya hadir di saat semifinal atau final. Perwakilan dari AFC yang waktu itu hadir dalam rangka inspeksi tim-tim ISL mengakui kalau Aremania masuk dalam 10 besar suporter terfanatik di Asia. Yap, suatu kebanggaan tersendiri buat arek-arek malang.

Bukan Sekedar Suporter
Dengan fanatisme yang sangat tinggi, Aremania itu menjadi sumber pemasukan bagi tim Arema. Apalagi Arema sejak berdiri tahun 1987 merupakan tim yang sama sekali tak tersentuh oleh dana APBD seperti layaknya tim lain.

Aremania berkali-kali meakukan aksi Save Arema. Suatu gerakan mengumpulkan dana untuk membantu keuangan tim Arema. Arema yang merupakan tim tanpa sokongan dana APBD memang seringkali mengalami kesulitan uang. Karena itu, dengan inisiatif sendiri, Aremania mengumpulkan dana. Diantaranya yang baru-baru ini terjadi, Gerakan sumbangan Rp 10ribu Aremania untuk Arema yang hasil pengumpulan uang itu salah satunya dipake untuk membeli papan a-board yang harga satunya berkisar 2,5-5 juta rupiah.


Yang terbaru, Arema menggerakkan gerakan "Membeli Tiket tanpa Menonton". Memang salah satu sumber pemasukan terbesar Arema adalah dari tiket pertandingan. Jadi, bagi para Aremania yang tidak berada di kota Malang, bisa membeli tiket semua home Arema yang nantinya bakal diwakili oleh anak-anak panti asuhan. Ya begitulah, fanatisme Aremania untuk Arema.

Salam Satu Jiwa Arema
Aremania memiliki sebuah sapaan kepada sesamanya yang diucapkan atau ditulis, yaitu Salam Satu Jiwa. Makna Satu Jiwa disini, menurutku ialah rasa saling menyatu, saling bersama, saling memiliki, saling menghormati, dan saling menghargai. Satu jiwa berarti kita mengatakan bahwa kita menjadi satu kesatuan yang bersama-sama melakukan segala hal yang positif. Mungkin bagi Arema sendiri ialah sama-sama mendukung Arema dengan loyalitas tanpa batas.

Salam Satu Jiwa pun menjadi sebuah salam yang diucapkan oleh para pemain Arema waktu mereka mau berlatih, mau makan bersama,  ataupun bertanding. Biasanya, kapten tim Arema meneriakkan, Arema Indonesia, maka yang lain meneruskan, Salam Satu Jiwa.

Salam Satu Jiwa menjadi suatu pengikat rasa persaudaraann di antara Aremania sendiri. Dengan rasa yang sama, persatuan dan kesatuan Arema tetap terjaga dan tidak mudah dipengaruhi oleh kepentingan dari luar. Sebenarnya ini sangat baik, apalagi buat Indonesia. Aremania berusaha menyebarkan Salam Satu Jiwa ini ke seluruh Indonesia, agar kita semua mampu bersatu. Sebuah tujuan yang mulia tentunya. Makanya, terkadang aku menuliskan #SalamSatuJiwa di  tweetku.hhehe..

Ternyata di balik kata itu, terselip pesan dari para founding father kepada Aremania. Itu bermakna kira-kira seperti ini.
Sa untuk sabar, tu untuk tulus, j untuk jujur, i untuk ikhlas dan iman,wa untuk taqwa. Salam artinya sayangilah alam. 

Sebuah pesan yang menganjurkan Aremania mendukung dengan kaedah yang ada. Boleh mendukung secara fanatik, namun tetap perhatikan sikap dan sopan santun. Sabar, Tulus, Jujur, Ikhlas, Iman dan Taqwa merupakan fondasi dari kehidupan yang bahagia. Arema pun dituntut bisa Sabar dan Ikhlas menerima apabila Arema kalah dan tidak sesuai dengan keinginan. Mungkin karena itulah Aremania begitu fanatik namun tetap berada di jalur yang lurus.



0 Komentar di "Aremania : Bukan Sekedar Suporter"

Posting Komentar

Terima Kasih Udah Baca Artikel Blog Tyo. Silahkan berkomentar, bebas dan bertanggung jawab. Oh ya, masih banyak artikel bagus lho di blog ini, ditunggu komentar dan kunjungannya kembali